Logo SantriDigital

bahaya jangan riya'

Khutbah Jumat
M
Muhammad Al Basith Rasya
29 April 2026 4 menit baca 1 views

أَلَا إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا...

أَلَا إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. (Surat An-Nisa: 1) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. (Surat Ali 'Imran: 102) فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Hadirin sekalian, saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Betapa pedihnya hati ini saat teringat tentang hakikat ibadah kita. Setiap tetes keringat, setiap tarikan napas, setiap detak jantung yang kita curahkan untuk Allah, adakah ia murni semata-mata karena-Nya? Atau ada noda yang menyelimutinya, memadamkan cahayanya, dan menggagalkan seluruh amalan mulia? Ketahuilah, sebuah penyakit yang halus, namun mematikan bagi amal perbuatan, adalah *riya'*. *Riya'* itu adalah menjadikan amal perbuatanmu dilihat oleh makhluk, agar mereka memujimu, agar mereka mengangkat kedudukanmu di mata mereka. Ia adalah racun yang merusak, menghancurkan pahala, dan menjerumuskan pelakunya ke dalam jurang kehinaan yang tak terperi. Allah Ta’ala berfirman dengan nada yang penuh keprihatinan: "فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ" *(Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya').* (QS. Al-Ma'un: 4-6). Betapa pilu, shalat yang seharusnya menjadi penyejuk mata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bisa berujung pada celaka jika di dalamnya terselip riya'. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Bayangkanlah, kita bersedekah, mengeluarkan harta yang kita cintarasa, namun dengan harapan pujian dari orang lain. Kita membaca Al-Qur'an, melantunkan ayat-ayat suci, namun hati ini berdebar mendamba kekaguman manusia. Kita berzikir, bertasbih, bertahlil, namun telinga ini lebih peka mendengar komentar "betapa khusyuknya dia", daripada bisikan rahmat dari Ar-Rahman. Semua itu, saudara-saudaraku, bagai debu yang beterbangan, sirna tak berbekas di hadapan Allah. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menggugah jiwa: "إنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ. قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ، يَقُوْلُ اللهُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ: أَقِيْمُوْا إِلَى الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تُرَائُوْنَ فِي الدُّنْيَا، فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً؟" *(Sesungguhnya yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Riya’. Allah akan berfirman kepada mereka pada hari ketika manusia menerima balasan amal mereka, ‘Pergilah kepada orang-orang yang kalian perlihatkan (amal kalian) pada mereka di dunia, maka lihatlah apakah kalian mendapati balasan di sisi mereka?’").* Sungguh sebuah kehinaan yang luar biasa! Di saat kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya, Allah memalingkan kita kepada manusia yang justru dulu mendatangkan pujian palsu itu. Akankah mereka mampu memberikan secuil pun pahala? Tidak! Mereka sendiri pun sedang dihisab. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Perihnya hati ini, saat kita menyadari bahwa riya' itu adalah penolakan terang-terangan terhadap firman Allah: "وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ" *(Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus).* (QS. Al-Bayyinah: 5). Inilah inti dari seluruh risalah para nabi, inilah esensi keislaman kita, yaitu keikhlasan dalam beribadah kepada Al-Haq. Tidakkah kita merindukan bisikan lembut dari Ar-Rahman di akhir hayat kita: "Wahai hamba-Ku yang tulus, kembalilah kepada-Ku dengan damai"? Riya' itu adalah penghalang terbesar kita untuk meraih keridhaan-Nya. Ia meruntuhkan istana kebaikan yang kita bangun dengan susah payah. Ia membuat amal kita menjadi sia-sia, bagai kapal yang berlayar ribuan mil, namun harus tenggelam di lautan tak bertepi. Mari kita renungkan, wahai diri, wahai saudara-saudaraku. Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah. Hidup kita, nafas kita, kemampuan kita, adalah dari-Nya. Untuk siapakah kita beramal kalau bukan untuk Dia Yang Maha Kaya, Yang Maha Pengasih? Pujian manusia hanya sepintas lalu, fana, dan tak abadi. Sementara siksa Allah azza wa jalla adalah abadi bagi mereka yang menolak tuntunan-Nya. Oleh karena itu, mari kita renungkan kembali setiap amal yang telah kita lakukan. Mari kita tengok nurani yang terdalam. Adakah niat tersembunyi yang ingin mencari perhatian makhluk? Adakah bisikan syaitan yang membujuk kita untuk berbangga diri karena amal kita? Jagalah hati kita, sebagaimana kita menjaga harta kita. Cucilah setiap amal dari noda riya' dengan air mata penyesalan dan keikhlasan yang tulus. Jadikanlah Allah satu-satunya tujuan, satu-satunya harapan, satu-satunya ketakutan kita. Sebagaimana doa para ulama salaf yang shalih: "اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ" *(Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak kami ketahui).* Semoga Allah Ta’ala membersihkan hati kita dari segala noda riya' dan kemusyrikan. Semoga Allah menjadikan setiap amal kita ikhlas semata-mata karena wajah-Nya yang mulia. Amin ya Rabbal 'alamin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →