Logo SantriDigital

Iman

Ceramah
A
Abdul Basit
30 April 2026 4 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Alhamdulillahilladzi hadana li hadza wa ma kunna li nahtadiya laula an hadanallah. Asyhadu alla...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Alhamdulillahilladzi hadana li hadza wa ma kunna li nahtadiya laula an hadanallah. Asyhadu allailaaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim 'ala nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma ba'du. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (QS. Ali ‘Imran: 102) Robbi isyrah li shadri wa yassir li amri wahlul 'uqdatan min lisani yafqahu qaulii. Yang terhormat para alim ulama, para kyai, Bapak-bapak, Ibu-ibu, para santri, serta seluruh hadirin sekalian yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Senang hati saya berdiri di hadapan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian pada kesempatan yang berbahagia ini. Kehadiran panjenengan semua di majelis ilmu ini sungguh merupakan panggilan hati, panggilan dari Tuhan kita Yang Maha Pengasih. Marilah kita panjatkan puji syukur yang setinggi-tingginya kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat, karunia, dan nikmat-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal'afiat. Tak lupa shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. Hadirin yang Allah muliakan, Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk berbagi sedikit renungan mengenai sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita, yaitu "Iman". Iman, sebuah kata yang singkat namun maknanya begitu luas dan mendalam. Iman adalah bekal kita di dunia, pelipur lara di hati, penerang jalan menuju surga-Nya. Namun, seringkali kita lalai, kita abai. Seberapa sering kita merenungkan hakikat iman itu sendiri? Seberapa kuat pegangan kita saat badai kehidupan menerpa? Iman itu bukan sekadar ucapan di lisan. Ia adalah keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati, yang kemudian membuahkan amal perbuatan yang nyata. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 2: مَّا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Al-Baqarah: 102) Ayat ini mengingatkan kita, bahwa iman yang sejati adalah iman yang mendalam, yang membuat kita senantiasa bertakwa kepada Allah dalam setiap keadaan. Takwa yang membuat kita tunduk patuh pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, bahkan saat tiada siapapun yang melihat. Coba kita renungkan, Bapak Ibu sekalian. Kapan terakhir kali hati kita bergetar saat ayat suci dibacakan? Kapan terakhir kali kita merasakan ketakutan yang mendalam akan siksa-Nya? Pernahkah kita melihat seorang ibu yang kehilangan anaknya? Betapa hancur hatinya, betapa lara jiwanya. Begitulah kira-kira gambaran hati yang imannya mulai luntur. Ia kehilangan pedoman, kehilangan harapan, kehilangan pelabuhan. Hati yang beriman, sepeti jangkar yang kokoh. Saat ombak kehidupan menerjang, ia takkan terombang-ambing. Ia akan tetap teguh berpegang pada Rabb-nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Sahal bin Sa'd radhiallahu 'anhu: أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا (Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya seraya merenggangkan keduanya sedikit) "Aku dan orang yang menanggung (mengurus) anak yatim akan berada di surga seperti ini." (HR. Bukhari: 5304, Muslim: 2983) Lihatlah, betapa agungnya pahala yang dijanjikan bagi orang yang beriman dan beramal saleh. Mengurus anak yatim, sebuah tindakan sederhana, namun buahnya begitu besar. Ini adalah bukti bahwa iman itu harus terwujud dalam tindakan nyata, dalam kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai hati kita menjadi keras seperti batu, tak tersentuh oleh penderitaan orang lain. Hadirin sekalian, Kadang kita merasa hidup ini berat. Hutang menumpuk, usaha stagnan, anak sulit diatur. Di saat seperti inilah, iman kita diuji. Apakah kita akan semakin dekat dengan Allah, memohon pertolongan-Nya? Atau justru kita akan berputus asa, menyalahkan nasib, bahkan kufur nikmat? Ingatlah, Allah tidak akan membebani seseorang melebihi kesanggupannya. Sebuah kisah menyentuh datang dari seorang sahabat Nabi, Abdurrahman bin Auf radhiallahu 'anhu. Beliau pernah mengalami kekayaan yang luar biasa, namun saat hijrah ke Madinah, beliau datang dengan tangan kosong. Namun, apa yang beliau lakukan? Beliau tidak mengeluh, tidak meratapi nasib. Beliau justru langsung berikhtiar, berdagang dan bekerja. Akhirnya, beliau kembali menjadi salah satu orang terkaya di Madinah. Ini adalah contoh nyata kekuatan iman yang dibarengi usaha. Hadirin yang dirahmati Allah, Maka dari itu, marilah kita perbaiki iman kita. Perkuat keyakinan kita kepada Allah, bahwa Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Perbanyak zikir, baca Al-Qur'an, jangan lupakan shalat, dan tunaikan zakat. Lakukan semua itu karena Allah, bukan karena manusia. Jadikan setiap amalan kita sebagai bukti kecintaan kita kepada Sang Pencipta. Mari kita renungkan lagi sejenak. Apakah kita sudah cukup berbekal iman untuk menghadap kematian? Apakah kita sudah siap bertemu dengan-Nya? Sungguh, dunia ini sementara, kehidupan akhiratlah yang abadi. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Sebelum saya mengakhiri, saya mengajak kita semua untuk merenungi kembali keutuhan iman kita. Mari kita perbaiki kualitas iman kita, agar kita senantiasa berada di jalan yang diridhai-Nya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan kekuatan iman kepada kita, mengokohkan hati kita, dan menuntun langkah kita menuju surga-Nya yang penuh kenikmatan. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →