Sholat Lima Waktu
Ceramah
I
Imam Jauhari
1 Mei 2026
3 menit baca
1 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: {وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ} [هود: 114]. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang terhormat para alim ulama, para kyai, asatidz, asatidzah, dan seluruh tokoh masyarakat yang senantiasa kami hormati. Terkhusus kepada Bapak Kepala Desa beserta jajarannya, serta seluruh jamaah salat Magrib yang berbahagia. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat, terutama nikmat iman dan nikmat Islam, sehingga pada malam yang berbahagia ini kita dapat berkumpul di rumah Allah yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat. Tak lupa shalawat serta salam kita hadiahkan kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita sekalian, termasuk diri saya pribadi, untuk merenungi dan kembali mengokohkan komitmen kita terhadap salah satu tiang agama Islam yang paling mendasar, yaitu sholat lima waktu. Tema ini mungkin terdengar begitu umum, begitu sering kita dengar, bahkan mungkin kita laksanakan setiap hari. Namun, apakah kita sudah benar-benar memahami hakikat, kedalaman, dan keutamaan dari sholat lima waktu yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala?
Sholat adalah ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat. Jika sholat kita baik, maka amalan-amalan yang lain pun akan terlihat baik. Namun, jika sholat kita buruk, maka amalan yang lain pun akan terlihat buruk. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ.
(رواه الترمذي)
Artinya: "Perkara pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka ia akan beruntung dan selamat. Jika sholatnya rusak, maka ia akan celaka dan merugi." (HR. Tirmidzi).
Sholat lima waktu, yang terdiri dari Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya, bukan sekadar gerakan raga dan ucapan lisan. Sholat adalah sarana kita untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam sholat, kita menyatakan ketundukan, kepasrahan, dan rasa syukur kita kepada-Nya. Sholat adalah penyejuk hati, pengobat jiwa, dan penenang batin. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:
أَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا.
(النساء: 103)
Artinya: "Dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin." (QS. An-Nisa: 103).
Dalam sholat, kita diingatkan untuk menjauhi perbuatan keji dan mungkar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
{وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ}
(العنكبوت: 45)
Artinya: "Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu lakukan." (QS. Al-Ankabut: 45).
Oleh karena itu, mari kita hadirkan sholat kita dengan penuh kekhusyukan. Mari kita perbaiki kualitas sholat kita, bukan hanya dari segi rukun dan syaratnya, tetapi juga dari segi kehadiran hati kita. Marilah kita jadikan sholat sebagai sarana untuk membersihkan diri dari dosa, mendekatkan diri kepada Allah, dan memohon pertolongan-Nya dalam setiap urusan kehidupan kita. Ingatlah, sholat adalah jembatan kita menuju surga, bekali diri kita dengan amalan sholat yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Demikianlah sedikit nasihat yang dapat saya sampaikan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita untuk senantiasa mendirikan sholat lima waktu dengan penuh keimanan dan kekhusyukan. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan karunia-Mu kepada kami. Jadikanlah sholat kami sebagai penghapus dosa, pemberat timbangan amal kebaikan kami, dan sebab tergapainya surga-Mu. Ya Allah, kabulkanlah doa kami.
Terima kasih atas perhatiannya.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ