Logo Kangsantri AI

Tiga Tujuan Hidup Mulia

Ceramah
S
Sriyanto Yanto
19 Juli 2026 2 menit baca 29 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang saya muliakan segenap alim ulama, para kiai, asatidz, dan asatidzah, terutama Bapak Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa kita, serta bapak-bapak, ibu-ibu, dan seluruh warga masyarakat yang dirahmati Allah SWT. Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah, karena atas izin-Nya kita bisa berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat walafiat. Terima kasih atas waktunya yang luang. Hari ini, saya ingin mengajak bapak dan ibu sekalian untuk merenung sejenak: sudahkah kita tahu ke mana arah hidup kita? Seringkali kita sibuk mencari nafkah di sawah atau berdagang, namun sering lupa tujuan hakiki kita diciptakan oleh Allah SWT.

Bapak dan Ibu yang berbahagia, dalam ajaran agama kita, ada tiga tujuan utama hidup manusia. Yang pertama adalah menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah tadi: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku,” (QS. Adz-Dzariyat: 56). Ibadah bukan hanya salat di masjid, tetapi juga setiap langkah kita mencari nafkah yang halal untuk keluarga, itu adalah ibadah jika diniatkan karena Allah. Para ulama mengajarkan bahwa ibadah adalah puncak pengabdian yang membuahkan ketenangan jiwa.

Tujuan kedua adalah membangun keluarga yang sakinah dan menebar manfaat bagi sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain," (HR. Ahmad). Di desa kita ini, sifat gotong royong adalah aset luar biasa. Membantu tetangga yang kesulitan, menjenguk yang sakit, dan menjaga kerukunan adalah wujud nyata dari tujuan hidup kita untuk menebar kasih sayang. Ingatlah, kekayaan kita bukanlah berapa banyak padi yang kita simpan, melainkan seberapa besar manfaat kita bagi orang di sekitar kita.

Tujuan ketiga, yang sering terlupa, adalah mempersiapkan bekal untuk akhirat. Kita harus sadar bahwa dunia hanyalah ladang, dan akhirat adalah masa panen. Allah SWT berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi," (QS. Al-Qashash: 77). Jangan sampai karena ingin mengejar dunia, kita melupakan kewajiban salat atau menelantarkan pendidikan agama putra-putri kita.

Sebagai penutup, mari kita teguhkan hati. Hidup ini singkat, ibarat musafir yang berteduh di bawah pohon lalu pergi lagi. Mari kita jadikan ibadah sebagai napas, kebaikan sebagai jejak, dan akhirat sebagai tujuan utama. Saya sadar, masih banyak kekurangan dalam penyampaian saya dan banyak khilaf yang saya perbuat, untuk itu saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu sekalian.

Ya Allah, jadikanlah hidup kami berkah, matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah, dan kumpulkanlah kami nanti di surga-Mu. Amin. Terima kasih atas perhatiannya, semoga bermanfaat.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →