Logo Kangsantri AI

Pesan Pelantikan Ranting NU

Ceramah
S
Sriyanto Yanto
18 Juli 2026 3 menit baca 37 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang terhormat para alim ulama, sesepuh desa yang kita muliakan, Bapak Ketua Ranting NU yang baru saja dilantik beserta jajaran pengurus, Bapak Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta seluruh hadirin, bapak-ibu warga desa yang dirahmati Allah SWT.

Puji syukur kehadirat Allah, atas izin-Nya kita bisa berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam rangka pelantikan pengurus ranting NU. Sebuah amanah telah diucapkan, janji setia telah disumpah, bukan sekadar pelantikan di dunia, namun ini adalah saksi di hadapan Allah atas tanggung jawab menjaga agama dan umat. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, uswatun hasanah kita dalam memimpin dan melayani umat.

Hadirin yang berbahagia, menjadi pengurus NU di tingkat ranting adalah khidmat yang mulia. Ibarat bangunan, ranting adalah pondasi terpenting agar Nahdlatul Ulama tetap kokoh menaungi masyarakat. Ada 5 pesan penting yang harus dipegang teguh oleh pengurus baru:

Pertama, Menjaga Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Tugas utama pengurus adalah memastikan umat di desa ini tidak goyah imannya. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu begitu saja dari dada manusia, tetapi Allah mencabut ilmu dengan wafatnya para ulama. (HR. Bukhari).
Maka, pengurus harus dekat dengan ulama, belajar dari mereka, agar pemahaman agama di desa ini tetap moderat, tidak ekstrem, dan menyejukkan.

Kedua, Merawat Kerukunan dan Kebersamaan (Ukhuwah). NU didirikan untuk merangkul, bukan memukul. Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Artinya: Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai. (QS. Ali Imran: 103).
Pengurus ranting harus menjadi "penyatu", bukan pemecah belah. Jika ada warga yang berbeda pandangan atau kurang aktif, rangkullah dengan cara yang santun dan kekeluargaan.

Ketiga, Menghidupkan Tradisi dan Amaliyah. NU identik dengan tahlilan, istighosah, dan shalawatan. Jangan biarkan tradisi ini hilang di tengah gempuran zaman. Amaliyah ini adalah benteng yang menjaga kedekatan masyarakat dengan Allah. KH Hasyim Asy'ari pernah berpesan: "Siapa yang mengurus NU, aku anggap dia santriku". Ini adalah janji kemuliaan bagi Bapak/Ibu yang mau menyisihkan waktu untuk kegiatan ranting.

Keempat, Menjadi Pelayan Umat (Khidmatul Ummah). Pengurus bukan untuk dilayani, tapi melayani. Sesuai kaidah fiqih:

تَصَرُّفُ الْإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوطٌ بِالْمَصْلَحَةِ
Artinya: Kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya harus didasarkan pada kemaslahatan.
Jika ada warga yang sakit, kematian, atau kesulitan ekonomi, ranting NU harus menjadi yang pertama hadir membantu. Inilah ajaran Islam yang membumi.

Kelima, Menjaga Kemandirian Organisasi. NU tidak boleh bergantung pada pihak lain dalam memuliakan Islam. Kemandirian ini dimulai dari kepedulian warga. Mulailah dari koin NU, infak, dan sodaqoh dari kita untuk kepentingan kita sendiri.

Hadirin, kelima pesan ini adalah kunci. Mari kita niatkan pelantikan ini bukan sebagai ajang cari jabatan, melainkan sebagai jalan menuju surga Allah melalui khidmat kepada NU. Ingatlah, keberhasilan ranting bukan diukur dari megahnya acara pelantikan, tapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan warga desa sehari-hari.

Semoga Bapak/Ibu pengurus ranting yang hari ini dilantik diberikan kesabaran, kekuatan, dan keistiqomahan oleh Allah SWT dalam mengemban amanah. Mari kita tutup dengan doa.

Ya Allah, jadikanlah pengurus baru ini orang-orang yang amanah, yang mampu membawa NU di desa ini semakin jaya, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Kabulkanlah doa kami ya Allah.

Mohon maaf atas segala kekurangan dalam tutur kata saya. Terima kasih atas perhatian hadirin sekalian.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →