Logo Kangsantri AI

Silaturahmi Gubuk Tombo Ati

Ceramah
M
Misbahul Anwar
10 Juli 2026 3 menit baca 36 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَا...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang saya muliakan para alim ulama, sesepuh desa, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah yang dirahmati Allah. Secara khusus, rasa hormat yang mendalam saya sampaikan kepada para pengasuh dan penggerak di Gubuk Tombo Ati Mantaaba. Bapak, Ibu, dan saudara-saudaraku sekalian, warga desa yang saya cintai, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenan-Nya, kita dapat berkumpul di majelis silaturahmi ini dalam keadaan sehat walafiat.

Hadirin yang mulia, pertemuan kita hari ini bukanlah sekadar rutinitas atau berkumpul untuk melepaskan rindu. Lebih dari itu, pertemuan ini adalah momentum "Tombo Ati" yang sesungguhnya. Kita ingat kembali masa-masa di mana gubuk ini menjadi saksi bisu perjalanan kita meniti jalan hijrah, masa-masa di mana ilmu agama ditanamkan dengan segala keterbatasan, namun penuh dengan keberkahan. Silaturahmi adalah akar dari penguatan iman, sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرَحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."

Gubuk Tombo Ati bukan sekadar bangunan kayu atau tempat mengaji, ia adalah simbol kerendahan hati. Di sana kita belajar bahwa Islam tidak hanya diukur dari kemegahan tempat ibadah, melainkan dari kedalaman rasa persaudaraan dan kejernihan hati para jamaahnya. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."

Dalam konteks masyarakat desa, silaturahmi adalah perekat sosial yang paling ampuh. Ketika kita dulu bersama-sama mengaji di Gubuk Tombo Ati, kita belajar bahwa kebahagiaan hati (tombo ati) itu datang saat kita bisa saling berbagi, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan saling menopang saat dunia terasa berat. Ingatlah perkataan ulama besar Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah: "Hati menjadi sakit karena syahwat dan syubhat, namun ia akan sembuh dengan zikir dan kebersamaan dalam ketaatan."

Apa yang kita pelajari dulu, hendaknya terus kita jaga. Jangan sampai setelah lama tidak bertemu, hati kita menjadi berjarak. Ilmu yang pernah kita raih di gubuk sederhana itu bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk dipraktikkan dalam kehidupan bertetangga. Buktikan bahwa alumni Gubuk Tombo Ati adalah sosok yang paling ringan tangannya membantu tetangga, paling santun lisannya, dan paling istiqamah dalam menjaga shalat jamaah.

Mari kita ikat kembali simpul persaudaraan yang mungkin sempat kendur oleh tuntutan duniawi. Jadikan majelis ini sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri dan keluarga kita. Semoga Allah SWT senantiasa menerangi hati kita dengan cahaya ilmu dan mempererat ukhuwah di antara kita hingga kelak, bukan hanya dipertemukan di dunia, tetapi juga di surga-Nya.

Sebagai penutup, marilah kita berdoa: Ya Allah, ya Tuhan kami, satukanlah hati kami sebagaimana Engkau persatukan kami dalam majelis ini. Jadikanlah ilmu yang kami dapatkan di Gubuk Tombo Ati sebagai penawar bagi hati kami yang sering lalai. Ampunilah dosa kami, orang tua kami, dan guru-guru kami. Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina adzabannar.

Mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam apabila ada tutur kata saya yang kurang berkenan. Terima kasih atas segala perhatiannya.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →