اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya muliakan segenap alim ulama, para kiai, para asatidz dan asatidzah, wabil khusus kepada pengasuh pondok pesantren kita yang kita cintai, serta kepada seluruh bapak-bapak, para pekerja, para wali murid, dan segenap alumni serta simpatisan yang hadir dengan semangat membara hari ini.
Segala puji bagi Allah yang telah mengumpulkan kita dalam majelis yang penuh keberkahan ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, panutan kita dalam berjuang dan mengabdi. Bapak-bapak, saya melihat wajah-wajah yang penuh gurat lelah dari tempat kerja masing-masing, namun mata bapak-bapak sekalian memancarkan cahaya iman yang luar biasa. Terima kasih telah meluangkan waktu, karena kehadiran bapak semua adalah bukti nyata kecintaan kepada pesantren.
Tema kita hari ini adalah menjaga fondasi, mengokohkan niat. Wahai bapak-bapak yang saya banggakan, ingatlah bahwa pesantren bukan sekadar bangunan bata dan semen. Pesantren adalah benteng moral umat. Ketika bapak-bapak sekalian menitipkan putra-putrinya di sini, atau para alumni yang masih terus menengok sarana pendidikan ini, bapak-bapak sedang menanam investasi akhirat yang tidak akan pernah merugi.
Seringkali, di luar sana mungkin ada suara-suara sumbang, ada tantangan ekonomi, atau mungkin rasa capai karena kesibukan bekerja. Namun ingatlah firman Allah dalam Surah Al-Maidah ayat 2 yang tadi saya bacakan:
Pesan ayat ini jelas: dukungan bapak-bapak untuk kemajuan pesantren termasuk dalam "Birri wat Taqwa". Jangan goyah! Dunia kerja bapak-bapak sekalian, kesibukan di luar sana, bukanlah hambatan untuk mengabdi. Justru di sanalah ladang jihad bapak-bapak. Setiap rupiah yang bapak hasilkan, jika diniatkan untuk mendukung dakwah para masyayikh, akan menjadi saksi di hadapan Allah. Rasulullah SAW bersabda:
Mendukung pesantren berarti memfasilitasi para penuntut ilmu. Jika bapak-bapak membantu pesantren, bapak-bapak ikut dalam barisan orang-orang yang memudahkan jalan ilmu. Ulama besar Imam Asy-Syafi'i pernah berpesan:
Oleh karena itu, ketika bapak-bapak bekerja di luar sana, niatkanlah "mengabdi kepada masyayikh". Apa itu mengabdi? Bukan sekadar fisik di pesantren, melainkan hati yang terpaut pada ridho kiai. Jika kiai mengarahkan, kita ikuti. Jika pesantren membutuhkan sokongan, kita hadir. Jangan sampai karena urusan dunia, bapak-bapak menjadi goyah. Ingat, dunia ini akan ditinggalkan, namun amal jariyah dalam mendukung pendidikan Islam akan terus mengalir pahalanya sampai akhir zaman.
Bapak-bapak, jadilah menara yang kokoh. Jika ada fitnah atau isu yang ingin melemahkan semangat gotong royong kita, lawanlah dengan persatuan! Tunjukkan bahwa alumni dan wali murid adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipecah belah oleh kepentingan apa pun selain kemajuan Islam. Tetaplah semangat dalam kegiatan di luar maupun di dalam pesantren. Jadikan setiap keringat dari pekerjaanmu sebagai bekal untuk khidmat kepada masyayikh.
Mari kita tutup pertemuan ini dengan introspeksi dan doa. Poin utamanya adalah: pertahankan integritas, kokohkan niatan, dan jangan pernah berhenti mendukung perjuangan para ulama. Jika kita hari ini berlelah-lelah demi agama-Nya, kelak di surga Allah akan mengganti lelah itu dengan kenikmatan yang abadi.
Ya Allah, kuatkanlah hati kami untuk tetap istiqomah dalam mendukung dakwah pesantren. Berikanlah kemudahan bagi bapak-bapak sekalian dalam mencari rezeki yang berkah agar dapat terus berkhidmah. Ampunilah dosa kami, kiai kami, guru-guru kami, dan wali murid kami. Jadikanlah kami semua termasuk golongan yang mendapatkan syafaat Baginda Nabi Muhammad SAW.
Saya memohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan dalam tutur kata. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah kita semua.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ