اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya hormati, seluruh jajaran Asatidz dan Asatidzah di pondok pesantren yang penuh berkah ini, yang telah sabar membimbing santri-santrinya supaya tidak cuma pinter hapalan, tapi juga pinter menjaga hati. Serta yang paling saya banggakan, rekan-rekan santri sekalian, adik-adik remaja putri yang cantik-cantik—cantik wajahnya, semoga cantik juga hatinya. Bagaimana kabar antunna hari ini? Masih semangat? Atau lagi nunggu notifikasi chat dari Si Dia yang nggak kunjung datang?
Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul di majelis muhadharah ini. Masya Allah, wajah-wajah kalian ini kalau di media sosial pasti fotogenic semua. Tapi ingat ya, cantik di kamera itu gampang, tinggal pakai filter "beautifyl" atau "vivid". Eh, tiba-tiba kulit kusam jadi glowing, hidung pesek jadi mancung. Tapi pertanyaannya, apakah "cantik" versi filter itu yang dicari Allah?
Dunia digital sekarang ini sudah kayak candu, ya. Bangun tidur, bukannya ambil air wudu, malah narik HP di bawah bantal, terus cek Instagram: "Wah, sudah berapa likes foto semalam?" Aduh, kalau mau cari likes di kehidupan nyata saja, jadi anak yang berbakti, pasti orang tua like berkali-kali.
Teman-temanku yang dirahmati Allah, kita bicara soal aurat. Aurat itu ibarat permata. Kalau permata ditaruh di tempat umum tanpa pelindung, pasti banyak yang pengen nyuri, kan? Begitu juga muslimah. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 59:
Jadi, jilbab itu bukan cuma biar kelihatan syari atau ikut-ikutan tren "hijab vlogger", tapi biar kalian dijaga dari gangguan—bukan malah nambahin "gangguan" karena pakai kerudung tapi baju masih ngetat kayak bungkus lontong. Rasulullah ﷺ bersabda:
Malu itu bukan cuma malu ketemu gebetan, tapi malu kalau aurat kita dikonsumsi publik demi followers. Ingat, satu foto yang kalian upload ke media sosial, itu adalah jejak digital yang bakal diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Kalau fotonya mengundang maksiat, dosa jariyahnya terus mengalir meskipun kalian lagi tidur pules. Rugi, kan? Udah capek-capek cari follower, malah dapet "koleksi" dosa.
Di zaman sekarang, media sosial sudah jadi medan perang akhlak. Ada yang suka bully orang lewat kolom komentar, ada yang suka menyebar fitnah karena iri liat orang lain lebih sukses. Padahal Nabi Muhammad ﷺ sudah mengingatkan:
Jadi, kalau jempol kita nggak bisa ngetik hal yang bermanfaat, mending buat scroll konten dakwah saja. Jadikan media sosial itu tempat jualan kebaikan, bukan tempat pamer paha atau pamer pacar. Muslimah sejati itu bukan yang followers-nya jutaan tapi nggak kenal Allah, melainkan dia yang meski tidak dikenal manusia, tapi namanya disebut-sebut oleh penduduk langit karena ketaatannya.
Kecantikan hakiki itu bukan pada wajah yang dipoles make-up sampai nggak ngenalin diri sendiri di cermin, tapi pada cahaya iman di wajah yang sering kena air wudu. Kemajuan teknologi harus dibarengi sama kemajuan akhlak. Jangan sampai HP-nya canggih, tapi perilakunya masih zaman purba, suka menghujat dan nyinyir ke orang lain.
Kesimpulannya, mulai hari ini, yuk kita bijak bermedia sosial. Kita jaga aurat bukan karena kata orang, tapi karena perintah Allah. Kita posting sesuatu bukan demi likes, tapi demi mencari rida Allah. Ingat, followers terbanyak hanyalah angka, tapi pahala di sisi Allah adalah investasi abadi.
Mari kita berdoa bersama.
Ya Allah, jagalah hati kami supaya tidak terpedaya oleh gemerlap dunia digital. Jadikanlah generasi kami generasi yang menjaga kehormatan diri. Anugerahkanlah kepada para santriwati di sini kekuatan untuk istiqomah menutup aurat dan menggunakan teknologi hanya untuk menebar kebaikan. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh dan salehah, yang Engkau muliakan di dunia maupun di akhirat.
Mohon maaf atas segala kekurangan, kalau ada kata-kata yang tidak berkenan atau bikin tersindir, ya emang tujuan saya menyindir supaya kita sama-sama sadar! Terima kasih atas perhatiannya.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ