اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya hormati para alim ulama, para asatidz, segenap pimpinan di lingkungan Kejaksaan, serta seluruh hadirin, Bapak-bapak pegawai ASN Kejaksaan yang saya muliakan. Segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita dalam majelis ilmu ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW. Terima kasih atas kesediaan waktu Bapak-bapak sekalian di tengah kesibukan mengabdi kepada negara untuk duduk bersama menata niat dan menguatkan integritas kita dalam bekerja.
Sebagai abdi negara, khususnya di institusi Kejaksaan, Bapak-bapak memegang amanah yang sangat berat. Kita bukan hanya berurusan dengan hukum positif, tapi kita sedang berurusan dengan keadilan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Disiplin bukan sekadar absensi atau kepatuhan pada jam kantor, melainkan manifestasi dari keimanan seorang mukmin dalam menunaikan akad atau perjanjian kerja.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 1:
Bapak-bapak sekalian, ketika seorang ASN menerima SK, di sana terdapat akad atau kontrak. Memenuhi janji tersebut adalah bagian dari kesempurnaan iman. Jika kita tidak disiplin, datang terlambat tanpa alasan syar’i, atau menunda-nunda pekerjaan yang menjadi kewajiban, maka hakikatnya kita sedang mengkhianati akad yang telah kita tanda tangani.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
Dalam ruang lingkup kerja di Kejaksaan, setiap berkas, setiap penyidikan, setiap putusan yang Bapak kawal adalah bentuk "ra'iyah" atau tanggung jawab yang harus dijaga. Kedisiplinan adalah pintu utama agar amanah tersebut tidak jatuh ke dalam lubang kezaliman. Jika kita disiplin dalam waktu, kita sebenarnya sedang membangun fondasi agar tidak terjebak dalam kelalaian yang menyebabkan ketidakadilan bagi masyarakat yang mencari keadilan.
Ulama besar, Imam Al-Ghazali, dalam kitabnya Ihya Ulumuddin pernah berpesan:
Bayangkan, Bapak-bapak, ketika satu jam kerja kita sia-siakan, ada masyarakat yang menunggu kepastian hukum. Ada keadilan yang tertunda. Maka kedisiplinan ASN Kejaksaan adalah bentuk amal saleh yang bernilai ibadah. Janganlah kita hanya bekerja karena takut pada atasan atau karena aturan disiplin kantor saja. Jadikanlah kedisiplinan sebagai bentuk muqarabah (pengawasan) Allah terhadap diri kita. Bekerjalah seolah-olah Allah melihat setiap ketikan kita, setiap langkah kaki kita dalam menapaki koridor kantor.
Mari kita renungkan, bahwa setiap rupiah yang kita bawa pulang untuk menafkahi keluarga haruslah bersumber dari keringat yang barakah. Keberkahan itu tidak muncul dari kuantitas, tetapi dari integritas. Integritas inilah yang akan menjaga Bapak-bapak dari godaan yang menyimpang. ASN yang disiplin akan lebih mudah menjaga diri dari perbuatan koruptif, karena ia menghargai setiap detik waktunya sebagai amanah.
Sebagai penutup, mari kita tanamkan dalam hati bahwa jabatan ini adalah titipan. Disiplin adalah cara kita menghormati titipan tersebut. Mari jadikan kantor Kejaksaan tempat kita menjemput rida Allah dengan memberikan pelayanan terbaik, tepat waktu, dan penuh kejujuran.
Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk memegang teguh amanah ini. Jadikanlah setiap langkah disiplin kami sebagai catatan amal jariyah yang memberatkan timbangan kebaikan kami kelak. Ampunilah segala kelalaian kami dalam bekerja selama ini. Semoga institusi ini menjadi institusi yang menegakkan keadilan di bumi-Mu demi mendapat keridaan-Mu.
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaian ini. Semoga apa yang saya sampaikan dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri. Terima kasih atas perhatian Bapak-bapak sekalian.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ