اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya hormati para alim ulama, para kiai, asatidz dan asatidzah yang senantiasa menjadi suluh penerang bagi kita semua. Yang sangat kami muliakan sesepuh desa kita, Bapak Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta seluruh hadirin, bapak-bapak, ibu-ibu, dan adik-adik sekalian yang senantiasa dirahmati Allah SWT.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Saya sangat berterima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian. Sungguh, kehadiran saudara semua di sini adalah bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Hadirin yang berbahagia, hari ini kita akan membahas satu amalan yang menjadi kunci surga, yakni kalimah thayyibah Lailahaillallah. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
"Dzikir yang paling utama adalah Lailahaillallah." (HR. Tirmidzi).
Kalimat ini bukan sekadar ucapan, melainkan deklarasi tauhid yang membebaskan hati kita dari ketergantungan kepada makhluk. Saat kita mengucapkan Lailahaillallah, kita sedang menanamkan di hati bahwa tidak ada yang berhak disembah, tidak ada yang berhak dimintai pertolongan, dan tidak ada yang berkuasa atas rezeki serta nasib kita, selain Allah Yang Maha Esa.
Dalam syariat kita, dzikir terbagi menjadi dua cara, yaitu dzikir jahar (bersuara) dan dzikir khofi (tersembunyi/dalam hati). Keduanya memiliki kedudukan yang mulia. Dzikir jahar bermanfaat untuk menghidupkan suasana, menunjukkan syiar agama, dan membantu kita yang seringkali lalai untuk tetap fokus mengingat Allah di tengah kebisingan dunia. Allah SWT berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
"Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152).
Ketika kita melafalkan Lailahaillallah dengan suara yang jelas, lisan kita terlatih untuk basah dengan dzikir, dan suasana desa kita pun menjadi teduh dengan kalimat-kalimat thayyibah.
Namun, tidak cukup sampai di lisan saja. Ada tingkatan yang lebih dalam, yaitu dzikir khofi. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-A'raf ayat 205:
وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّ دُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ
"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf: 205).
Dzikir khofi adalah menjaga hati agar selalu tersambung dengan Allah setiap saat. Saat bapak atau ibu sedang berada di sawah, sedang memasak di dapur, atau sedang bekerja, meskipun lisan tidak berucap, namun di dalam hati bergetar Lailahaillallah. Hati inilah yang menjadi pusat kendali. Jika hati dipenuhi dzikir, maka perilaku kita akan terjaga. Tidak akan ada lagi sifat dengki, tidak akan ada lagi fitnah, dan hidup akan lebih tenang.
Bayangkan jika setiap penduduk desa ini, di setiap helaan napasnya, hatinya terikat dengan kalimat Lailahaillallah. Kebun akan berkah, rumah tangga akan sakinah, dan masyarakat akan hidup rukun damai karena perasaan selalu diawasi oleh Allah. Inilah intisari dari ihsan; beribadah seolah engkau melihat-Nya, atau jika tidak, yakinlah bahwa Allah senantiasa melihatmu.
Sebagai penutup, marilah kita tingkatkan kualitas ibadah kita. Jangan tinggalkan dzikir jahar kita selepas shalat maupun dalam majelis taklim, dan jangan lupa untuk menyempurnakannya dengan dzikir khofi di sepanjang waktu kita bekerja. Jadikan Lailahaillallah sebagai napas kehidupan kita sampai akhir hayat. Semoga Allah menetapkan kita sebagai hamba-hamba yang memegang teguh kalimat tauhid hingga ajal menjemput.
Ya Allah, jadikanlah lisan kami selalu basah dengan mengingat-Mu, dan jadikanlah hati kami selalu tunduk dalam keagungan-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami, orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaian saya. Semoga apa yang sedikit ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ