Logo Kangsantri AI

Fathul Qorib: Thaharah Suci

Ceramah
T
Tyo Andika prasetio
26 Juni 2026 4 menit baca 31 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
(Surat An-Nisa' ayat 43)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Hadirin wal hadirot yang saya hormati, para asatidz, para kiai, para sesepuh, yang saya muliakan… dan yang paling saya cintai, para pemuda-pemudi Islam yang insya Allah senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Apa kabar semuanya? Semoga tetap semangat ya, jangan sampai semangatnya pada bocor kayak ban motor kebanyakan!

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita di majelis yang mulia ini, dalam keadaan sehat walafiat, dan insya Allah penuh keberkahan. Shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Nah, hari ini kita akan ngobrol santai tapi serius nih, bahas sesuatu yang penting banget, apalagi buat kalian para remaja. Kita mau bedah-bedah kitab Fathul Qorib, khusus soal bab Thaharah. Apa itu thaharah? Gampangnya sih, bersuci. Bukan, bukan cuma nyuci baju atau muka biar ganteng/cantik pas mau ketemu gebetan. Ini soal bersuci yang nyangkut langsung sama ibadah kita, sama keabsahan sholat kita.

Jadi gini, sering nggak sih kita bingung pas mau sholat? Ngerasa ragu apakah wudhu kita batal karena tadi kentut nggak ya? Atau pas lagi asik main game, tiba-tiba ingat, "Waduh, tadi habis pegang HP pas lagi buang air kecil, batal nggak ya wudhunya?". Nah, Fathul Qorib ini ibarat GPS buat kita biar nggak tersesat dalam urusan bersuci.

Dalam Fathul Qorib, dijelaskan ada dua macam bersuci. Pertama, bersuci dari hadats (sesuatu yang membatalkan wudhu atau mandi wajib). Kedua, bersuci dari najis (kotoran yang mencegah sahnya sholat).

Untuk hadats terbagi lagi jadi dua, ada hadats kecil seperti buang angin, buang air kecil/besar, tidur, dan lain-lain. Kalau kena hadats kecil, ya kita disuruh wudhu lagi. Ingat ya, wudhu itu bukan buat gaya-gayaan, tapi syarat sah sholat. Ibarat mau masuk rumah mewah, pintunya harus bersih dulu, nah wudhu itu membersihkan 'pintu' ibadah kita.

Ada juga hadats besar, ini kalau udah kayak habis hubungan suami istri, mimpi basah, atau haid/nifas bagi perempuan. Kalau kena hadats besar, ya harus mandi wajib. Nggak bisa cuma cuci muka doang sambil bergumam, "Ah, yang penting kelihatan bersih". Nah, mandi wajib ini beda sama mandi pagi yang kadang cuma buat bangunin badan. Mandi wajib itu niatnya harus lillahi ta'ala, dan harus merata airnya ke seluruh tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ibaratnya, jangan sampai ada bagian tubuh yang bolos kena air, nanti ibadahnya jadi 'bolong' juga.

Terus ada lagi soal najis. Najis itu kotoran yang bikin ibadah kita nggak sah. Contohnya, air kencing, kotoran hewan, darah, dan lain-lain. Fathul Qorib merinci banget nih, mana yang najis ringan, sedang, sampai berat. Nanti kalau kena najis, ya harus dibersihkan dulu. Jangan sampai pas udah takbiratul ihram, baru sadar sepatunya kena tanah campur kotoran ayam pas tadi main futsal. Malu kan sama Allah?

Contoh kecil nih, kadang kita suka lupa. Pas lagi ngobrol seru sama teman, ada serangga kecil jatuh ke baju. Kadang kita cuek aja. Padahal menurut Fathul Qorib, kalau itu najis, ya bajunya harus dicuci biar sholatnya sah. Kecuali kalau kita nggak tahu, nah itu beda cerita.

Dan yang paling sering jadi drama, terutama buat kalian yang suka bepergian atau lagi gabut di kamar mandi kelamaan, adalah soal tayamum. Jadi, kalau lagi nggak ada air, atau ada tapi sakit kalau kena kulit, nah kita boleh tayamum pakai debu yang suci. Caranya, ambil debu bersih pake tangan, usap wajah, terus usap tangan sampai siku. Gampang kan? Ini Allah kasih jalan keluar biar ibadah kita nggak terhenti cuma gara-gara kekurangan air. Intinya, Allah itu Maha Pemurah, tapi kita juga jangan bikin Allah jadi bingung karena kita malas bersuci.

Jadi, para pemuda-pemudi yang saya banggakan, ilmu thaharah ini bukan cuma sekadar teori di kitab. Ini amalan sehari-hari yang langsung ngaruh ke kualitas ibadah kita. Kalau kita bersuci dengan benar, insya Allah sholat kita makin khusyuk, ibadah kita makin diterima.

Yuk, mulai dari sekarang, kita perhatikan lagi soal bersuci kita. Nggak usah takut salah, kalau ragu tanya sama yang lebih tahu, baca lagi kitabnya. Ingat, bersuci itu kunci ibadah, dan ibadah itu bekal kita menghadap Allah nanti. Jangan sampai pas kita udah tua renta, baru sadar ternyata sholat kita batal semua gara-gara ilmu thaharah kita masih cetek.

Semoga apa yang kita pelajari hari ini bermanfaat, bisa diamalkan, dan membawa kita semakin dekat dengan Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata yang kurang berkenan, ada kesalahan dalam penyampaian, atau ada materi yang kurang pas di hati. Maklum, saya juga masih belajar.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →