اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat para alim ulama, para kiai, asatidz, serta seluruh jajaran kepanitiaan yang senantiasa kami hormati. Serta tak lupa, para hadirin sekalian, khususnya para remaja dan pemuda-pemudi yang menjadi tunas bangsa dan harapan agama, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita di tempat yang penuh barokah ini dalam keadaan sehat walafiat. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang diberikan untuk dapat berbagi ilmu, khususnya pada kajian kita kali ini yang akan membahas mengenai "Thaharah" dalam kitab Fathul Qorib, sebuah kitab yang sangat fundamental dalam ajaran Islam.
Hadirin sekalian, para remaja dan pemuda yang dirahmati Allah,
Dalam Islam, thaharah atau bersuci merupakan kunci utama dari segala ibadah kita. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Betapa pentingnya thaharah ini, bahkan Rasulullah SAW menyebutnya sebagai kunci menuju surga. Baginya para pemuda yang kelak akan menjadi pemimpin, memahami thaharah secara mendalam adalah sebuah keharusan. Kitab Fathul Qorib, yang merupakan syarah dari kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib, menyediakan penjelasan yang ringkas namun padat mengenai bab thaharah ini.
Secara umum, thaharah terbagi menjadi dua macam: thaharah dari hadats dan thaharah dari najis.
Pertama, thaharah dari hadats. Hadats adalah sesuatu yang dianggap membatalkan wudhu atau mandi wajib. Hadats dibagi lagi menjadi hadats kecil dan hadats besar.
Thaharah dari hadats kecil dilakukan dengan wudhu. Wudhu ini syaratnya adalah air suci lagi mensucikan, tidak ada yang menghalangi air sampai ke kulit seperti cat atau minyak, dan dilakukan saat berhadats. Rukun wudhu ada enam, yaitu niat, membasuh wajah, membasuh tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki sampai mata kaki, dan tertib. Urutannya harus benar sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 6:
Sedangkan thaharah dari hadats besar dilakukan dengan mandi wajib. Mandi wajib ini wajib dilakukan bagi setiap muslim yang berhadats besar, seperti setelah junub (keluar mani atau hubungan suami istri), haid, atau nifas bagi wanita. Rukun mandi wajib ada tiga: niat, menghilangkan najis (jika ada), dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Kedua, thaharah dari najis. Najis adalah kotoran yang menghalangi sahnya shalat. Najis dibagi tiga: najis ringan (mukhaffafah), najis sedang (mutawassitah), dan najis berat (mughallazah).
Najis ringan, seperti air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain ASI. Cara mensucikannya cukup dengan memercikkan air pada area yang terkena najis.
Najis sedang, seperti kotoran manusia, bangkai hewan yang tidak disembelih, dan lain-lain. Cara mensucikannya adalah dengan menghilangkan wujud najisnya, lalu membasuhnya dengan air hingga suci. Jika berupa cairan, cukup dibasuh dengan air hingga hilang wujud, bau, dan warnanya.
Najis berat, yaitu jilatan anjing. Cara mensucikannya adalah dengan membasuhnya sebanyak tujuh kali, salah satunya dicampur dengan tanah atau debu yang suci. Ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Para hadirin, khususnya para pemuda yang budiman,
Mengapa kita perlu benar-benar memahami Fathul Qorib bab thaharah ini?
Pertama, ini adalah fondasi ibadah kita. Bagaimana mungkin shalat kita sah, puasa kita diterima, jika kita tidak suci dari hadats dan najis? Dalam kitab Fathul Qorib, dijelaskan secara rinci jenis-jenis air yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk bersuci. Air yang suci lagi mensucikan adalah air yang belum terkena najis dan belum berubah salah satu dari tiga sifatnya (warna, rasa, atau baunya) karena bercampur dengan sesuatu yang suci.
Kedua, menjaga kesucian diri adalah wujud ketaatan kita kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 108:
Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah sangat mencintai orang-orang yang senantiasa menjaga kesucian diri, baik lahir maupun batin.
Ketiga, thaharah juga mencakup kebersihan lahiriah yang berdampak pada kesehatan dan kenyamanan hidup. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mulai dari menjaga kebersihan pakaian, tempat tinggal, hingga lingkungan sekitar.
Hadirin sekalian,
Pagi ini, kita telah bersama-sama menelisik pentingnya thaharah dari sudut pandang kitab Fathul Qorib. Ingatlah, pemuda adalah aset berharga. Pemuda yang bersih lahir batin adalah pemuda yang kuat imannya, kokoh jiwanya, dan siap membangun masa depan yang gemilang. Mari kita jadikan ilmu thaharah ini sebagai landasan dalam setiap amal ibadah kita. Mulailah dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat, untuk senantiasa menjaga kesucian diri. Jika ada keraguan, jangan sungkan bertanya kepada guru dan orang yang lebih alim.
Pengetahuan ini bukan sekadar teori, namun harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita menjadi generasi pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga suci secara spiritual.
Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita dalam mengamalkan ilmu agama, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa terjaga dalam kesucian.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada tutur kata yang kurang berkenan, khilaf dan salah, baik yang disengaja maupun tidak.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.