اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Ibu-ibu yang dimuliakan Allah, yang saya hormati para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh ibu-ibu jamaah pengajian yang dirahmati Allah SWT. Segala puji bagi Allah yang mempertemukan hati kita di majelis yang penuh keberkahan ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Rasulullah SAW, manusia paling mulia yang rindu akan umatnya, meski beliau belum pernah melihat kita.
Ibu-ibu yang saya cintai, mari kita tarik napas dalam-dalam. Seringkali kita merayakan Maulid hanya sebatas seremonial. Kita makan bersama, kita bersholawat, namun pernahkah kita bertanya pada hati kita, sejauh mana kita mencintai beliau?
Ingatlah di hari akhir nanti, ketika semua orang sibuk menyelamatkan dirinya sendiri, Nabi kita Muhammad SAW hanya memikirkan kita. Beliau memanggil-manggil, "Ummati... Ummati..." (Umatku... Umatku...). Tahukah Ibu, di saat sakaratul maut menjemput beliau, beliau tidak memikirkan harta, beliau tidak memikirkan tahta, beliau justru berkata:
Bayangkan, Ibu-ibu sekalian, sosok yang begitu mulia ini, yang kakinya bengkak karena beribadah demi menyelamatkan kita dari api neraka, kini kita balas dengan kelalaian. Allah SWT berfirman: