اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang terhormat para alim ulama dan asatidz, yang kami muliakan tokoh masyarakat setempat, serta yang saya banggakan, bapak-bapak sekalian para pekerja dan pejuang nafkah keluarga yang hadir di majelis yang penuh berkah ini. Puji syukur ke hadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di majelis ilmu ini. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
Bapak-bapak yang saya hormati, sebagai pekerja, kita tentu paham tentang pentingnya waktu. Dalam dunia kerja, target bulanan atau tahunan menjadi acuan kita. Begitu pula dalam Islam, Allah SWT telah menetapkan waktu-waktu istimewa, salah satunya adalah Al-Asyhur al-Hurum atau Bulan-bulan Haram.
Allah SWT berfirman:
Keempat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Disebut "Haram" bukan berarti hanya tempatnya yang suci, tetapi karena kehormatan bulan tersebut sangat tinggi di mata Allah. Apa maknanya bagi kita sebagai seorang pekerja?
Pertama, larangan menzalimi diri sendiri. Dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa berbuat dosa di bulan-bulan ini dosanya lebih besar daripada di bulan lainnya. Jika kita sebagai pekerja sering terjebak dalam kelalaian, ghibah di tempat kerja, atau meninggalkan shalat karena alasan sibuk, maka di bulan Haram ini kita hendaknya ekstra berhati-hati. Jangan sampai kita merusak pahala pekerjaan kita dengan kemaksiatan.
Kedua, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
Bapak-bapak, mari kita gunakan momentum bulan haram ini untuk "menata ulang" ritme kerja dan ibadah kita. Jika biasanya kita lelah dengan tuntutan perusahaan, jadikanlah lelahnya bekerja mencari nafkah yang halal sebagai ibadah, dan optimalkan ibadah wajib serta sunnah di sela-sela rutinitas kita. Fokuslah memperbaiki kualitas shalat, karena itulah kunci keberkahan rezeki kita. Jangan sampai kesibukan dunia menumpulkan sensitivitas kita terhadap kehormatan bulan mulia ini.
Hikmah terpenting dari bulan Haram adalah melatih diri untuk disiplin dalam ketakwaan. Jika kita bisa disiplin berangkat kerja tepat waktu, mengapa kita tidak bisa disiplin menghadap Sang Pencipta waktu? Jika kita takut melanggar aturan perusahaan, seharusnya kita lebih takut melanggar aturan Allah.
Mari kita tutup dengan komitmen baru. Jadikan bulan ini sebagai momentum evaluasi diri. Apakah harta yang kita cari sudah bersih? Apakah waktu yang kita habiskan sudah bermanfaat? Perbanyaklah istighfar, karena Allah sangat mencintai hamba yang mau memperbaiki diri di waktu-waktu yang Ia muliakan.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, berkahilah pekerjaan kami, jadikanlah kami hamba yang konsisten menegakkan syariat-Mu di tengah kesibukan duniawi. Bimbinglah kami untuk senantiasa menghormati bulan-bulan yang Engkau muliakan, sehingga kami meraih keberkahan dunia dan akhirat.
Terima kasih atas segala perhatiannya. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Mari kita sudahi dengan doa kafaratul majelis.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ