اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang terhormat para alim ulama dan asatidz, yang kami muliakan ibu-ibu pengajian yang dirahmati Allah SWT. Puji syukur ke hadirat Allah yang telah mempertemukan kita dalam majelis ilmu yang penuh berkah di momen Hari Pendidikan Nasional ini. Terima kasih kepada segenap panitia dan ibu-ibu sekalian yang telah meluangkan waktu, menyisihkan kesibukan rumah tangga demi duduk bersama menuntut ilmu. Kehadiran ibu-ibu di sini bukan sekadar rutinitas, melainkan salah satu bentuk jihad demi menjaga cahaya iman di dalam rumah tangga kita.
Ibu-ibu sekalian yang dimuliakan Allah, seringkali kita mengira bahwa pendidikan hanyalah urusan sekolah bagi putra-putri kita. Padahal, Islam tidak pernah membatasi menuntut ilmu hanya bagi anak-anak. Rasulullah ﷺ bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah).
Dalam hadits ini, kata "setiap muslim" mencakup laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Pendidikan bukan tentang ijazah, melainkan tentang membangun kedekatan diri kepada Allah melalui pengetahuan yang benar. Mengapa ilmu begitu krusial bagi kita, para ibu? Karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya (Al-Ummu Madrasatul Ula). Bagaimana mungkin kita mendidik anak menjadi generasi saleh jika ibu-nya sendiri berhenti belajar?
Kita perlu menanamkan prinsip bahwa ilmu yang wajib dipelajari adalah ilmu yang membimbing kita untuk mengenal Allah, mengenal syariat-Nya, dan memperbaiki akhlak kita sehari-hari. Sebagaimana kata Imam Ahmad bin Hanbal: "Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada makanan dan minuman, karena makanan dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan sebanyak tarikan nafas setiap saat."
Seorang ibu yang berilmu akan mampu mengelola konflik dalam rumah tangga dengan kesabaran, mampu menjadi pendengar yang bijak bagi suami, dan mampu memberikan nutrisi rohani bagi anak-anaknya di tengah gempuran zaman yang serba digital ini. Pendidikan bukan hanya soal membaca buku, tapi memahami hakikat hidup. Ilmu yang bermanfaat adalah yang membuat kita semakin takut kepada Allah. Allah SWT berfirman:
﴿إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ﴾
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu)." (QS. Fatir: 28).
Tentu, ibu-ibu mungkin merasa berat karena kesibukan di rumah. Namun, jangan jadikan usia atau kesibukan sebagai penghalang. Ingatlah bahwa setiap langkah kita menuju majelis ilmu, malaikat membentangkan sayapnya karena rida dengan apa yang kita lakukan. Jadikan momen Hari Pendidikan Nasional ini sebagai titik balik untuk memperbaharui niat. Mari kita jadikan rumah kita bukan hanya tempat berteduh, tapi tempat di mana ilmu diajarkan dan diamalkan. Bacalah Al-Qur'an dan terjemahannya, dengarkan kajian, dan diskusikan hal baik dengan keluarga.
Sebagai penutup, marilah kita ingat satu poin kunci: Ilmu bukan hanya untuk disimpan di kepala, tapi untuk diubah menjadi karakter. Ilmu yang benar akan melahirkan ketawadhuan, bukan kesombongan. Ilmu yang benar akan melahirkan kasih sayang, bukan perpecahan.
Ya Allah, berikanlah kami ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal lagi baik, dan amal yang Engkau terima. Jadikanlah putra-putri kami penyejuk hati dan generasi pembela agama-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dan dosa para guru kami. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan melukai hati ibu-ibu sekalian. Kebenaran datangnya dari Allah, kesalahan murni dari kedangkalan ilmu saya pribadi.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ