Logo Kangsantri AI

Fitrah Suci Ibadah Khitan

Ceramah
D
Dede Solehudin
5 September 2026 3 menit baca 30 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang saya hormati para alim ulama, sesepuh desa yang kita tuakan, Bapak Kepala Desa beserta jajarannya, Bapak/Ibu orang tua dari ananda yang hari ini sedang "naik kelas" menjadi laki-laki sejati, serta seluruh warga desa yang saya cintai. Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena berkat izin-Nya kita bisa berkumpul di acara walimatul khitan ini. Kalau biasanya kita kumpul buat kondangan orang nikah, hari ini kita kondangan buat orang yang mau "dipotong".

Bapak-Ibu sekalian, khitanan ini bukan sekadar tradisi potong-memotong supaya jadi jagoan atau supaya cepat tinggi. Ini adalah syariat, perintah Allah yang sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْآبَاطِ
"Fitrah itu ada lima: Khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari & Muslim).

Jadi, anak kita yang dikhitan ini sedang menjalankan fitrah. Dulu waktu saya dikhitan, rasanya luar biasa. Bukan takut karena dipotongnya, tapi takut karena lihat dokter pegang gunting besarnya itu lho! Padahal kalau sudah besar, kita sadar, ini demi kebersihan. Agama kita, Islam, itu agama yang sangat bersih. Orang yang dikhitan itu insya Allah salatnya lebih sah, karena tidak ada sisa kotoran yang terselip di balik kulit tersebut. Jadi, Bapak-Ibu, khitan itu paket lengkap: dapat pahala sunnah, dapat bonus bersih badannya.

Ingat, Nabi Ibrahim AS saja dikhitan di usia 80 tahun. Lah anak kita ini baru usia berapa tahun sudah dikhitan? Berarti anak kita ini lebih "cepat tanggap" dibanding Nabi Ibrahim, ya? Tentu ini guyonan saja, jangan dibawa serius nanti saya dikira menistakan Nabi. Maksudnya, bersyukurlah anak-anak kita sejak kecil sudah dibimbing menjadi muslim yang bersih dan suci.

Ada kisah menarik, dulu ada seorang anak yang habis disunat, dia bilang sama bapaknya, "Pak, saya kan sudah disunat, berarti saya sudah jadi laki-laki hebat ya?" Bapaknya jawab, "Iya, Nak. Tapi jadi laki-laki hebat itu bukan cuma soal dikhitan, tapi gimana kamu menjaga pandangan, menjaga salat lima waktu, dan rajin membantu ibu di dapur." Jadi, setelah ini, tugas orang tua adalah mengawal agar "jagoan" ini tidak cuma berani saat dipotong, tapi berani dalam kebaikan.

Secara medis, manfaat khitan sangat besar, mencegah infeksi dan menjaga kesehatan reproduksi. Islam itu maju, sudah mengajarkan ini 1400 tahun lalu. Jadi, jangan takut. Kalau anak nangis, itu wajar, namanya juga berjuang. Itu adalah tangisan jihad kecil-kecilan.

Sebagai penutup, mari kita doakan anak yang hari ini dikhitan, semoga segera pulih, menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan menjadi kebanggaan desa kita. Kepada orang tua, sabar-sabar ya kalau nanti malam anaknya rewel, itu bagian dari ibadah mendidik anak. Jangan lupa, syukuran ini tujuannya adalah bersyukur atas nikmat Allah.

Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan. Maklum, namanya juga manusia, kalau salah itu wajar, kalau benar itu mungkin saya sedang kemasukan ilmu. Terima kasih atas jamuannya, makanannya enak sekali, apalagi kalau tambah satu piring lagi. Saya tutup dengan doa: Allahumma syfihi wa 'afihi, semoga anak ini lekas sembuh dan tumbuh jadi anak yang barakah.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →