Logo Kangsantri AI

Kurban: Makna Hakiki Ibadah

Ceramah
M
Muh. Cahyanto
24 Mei 2026 3 menit baca 45 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَا...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang saya hormati para alim ulama, sesepuh desa yang kita tuakan, tokoh masyarakat, Bapak Kepala Desa, para asatidz dan asatidzah, serta seluruh bapak, ibu, dan saudara-saudaraku sekalian yang dirahmati Allah SWT. Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah, karena atas izin-Nya kita dapat berkumpul di majelis yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Bapak dan Ibu yang saya muliakan, sebentar lagi kita akan memasuki hari raya Idul Adha. Banyak dari kita sudah bersiap-siap, mulai dari menabung untuk membeli hewan qurban atau mulai memilih ternak terbaik. Namun, mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah hakikat qurban hanya sekadar menyembelih hewan lalu membagi dagingnya? Tentu tidak. Qurban adalah bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah yang sarat dengan makna spiritual yang mendalam.

Hakikat qurban adalah penyembelihan ego. Sebagaimana kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Itu adalah ujian ketaatan tertinggi. Ketika Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih yang paling ia cintai, Ibrahim tidak bertanya "mengapa", tapi ia langsung melaksanakannya. Itulah hakikat iman, menyerahkan segala yang kita miliki untuk diatur oleh Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang saya bacakan tadi: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapai-Nya."

Tujuan utama qurban bukanlah jumlah daging yang kita bagikan, atau seberapa besar bangga kita karena mampu membeli sapi yang besar, melainkan seberapa dalam ketakwaan yang tumbuh di hati kita setelah melaksanakannya. Rasulullah SAW bersabda:

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ
"Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (menyembelih hewan qurban)." (HR. Tirmidzi).

Namun perlu diingat, penyembelihan fisik hewan harus dibarengi dengan penyembelihan sifat-sifat kebinatangan dalam diri kita. Sifat sombong, serakah, rasa iri, dan kikir harus "disembelih" dan dibuang jauh-jauh. Jika kita berqurban tapi masih memutus silaturahmi dengan tetangga, atau masih memakan hak orang lain, maka qurban kita kehilangan ruhnya.

Hadirin yang berbahagia, di desa ini, kita diajarkan tentang gotong royong. Qurban adalah praktik tertinggi dari solidaritas sosial. Ketika hewan disembelih, dagingnya didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah syiar Islam yang sangat indah. Islam mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan. Tidak ada gunanya menumpuk harta jika di sekitar kita masih ada saudara yang kesusahan. Dengan berqurban, kita melatih diri untuk tidak terlalu mencintai dunia agar tidak merasa berat saat harus berbagi.

Mari kita jadikan momentum Idul Adha tahun ini sebagai titik balik untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama. Jika tahun lalu kita masih berat untuk bersedekah, semoga tahun ini dengan semangat qurban, tangan kita menjadi lebih ringan. Jika selama ini kita masih egois dalam bersosial, semoga dengan pisau qurban, ego tersebut benar-benar terkikis.

Sebagai kesimpulan, mari kita niatkan qurban kita semata-mata karena Allah. Pastikan hewan yang dipilih adalah yang terbaik sesuai kemampuan, dan pastikan setelah qurban, sifat ketakwaan kita meningkat: menjadi lebih rajin ibadah, lebih santun tutur kata, dan lebih peduli kepada tetangga.

Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaian ini. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni segala dosa kita, dan mengumpulkan kita semua di surga-Nya kelak.

Ya Allah, jadikanlah qurban kami sebagai pembersih jiwa, pengangkat derajat, dan wasilah keridhaan-Mu. Ampunilah dosa kami, orang tua kami, dan bimbinglah desa kami agar menjadi masyarakat yang penuh berkah, damai, dan sejahtera di bawah naungan kasih sayang-Mu.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →