اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ﴾. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang saya takzimi, para alim ulama, sesepuh desa, Bapak Kepala Desa beserta perangkatnya, para tokoh masyarakat, serta Bapak, Ibu, dan saudara-saudari sekalian jamaah pengajian yang dirahmati Allah SWT. Segala puji bagi Allah, karena atas izin-Nya kita dapat berkumpul di majelis yang penuh keberkahan ini dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, semoga kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir nanti.
Hadirin sekalian, hari ini kita akan mengkaji Maqolah ke-8 dari kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani. Beliau mengutip perkataan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA yang berbunyi:
Mari kita bedah satu per satu. Pertama adalah Hasad. Hasad adalah penyakit hati yang merasa tidak suka melihat orang lain mendapatkan nikmat dan ingin nikmat itu hilang dari orang tersebut. Hati yang hasad itu seperti api yang membakar kayu kering; ia menghabiskan kebaikan kita. Rasulullah SAW bersabda:
Bayangkan Bapak-Ibu, sudah capek kita beribadah, sudah rajin ke masjid, tapi karena iri hati melihat tetangga beli motor baru atau panennya lebih melimpah, pahala kita habis terbakar. Jangan sampai kebun kita yang subur, hati kita yang bersih, rusak gara-gara iri dengan apa yang Allah berikan kepada orang lain.
Kedua adalah Al-Hirshu atau tamak/rakus dunia. Orang yang tamak tidak pernah merasa cukup. Padahal Allah sudah menjamin rezeki kita. Sifat ini membuat manusia menghalalkan segala cara, baik itu menipu dalam takaran atau mengurangi timbangan saat berjualan. Ingatlah firman Allah:
Ketiga adalah Kibir atau sombong. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Di desa kita, kalau kita merasa lebih kaya, lebih pintar, atau lebih sholeh dari orang lain, itulah pintu masuk kesombongan. Rasulullah SAW menegaskan:
Hadirin yang berbahagia, mari kita tutup celah dosa ini. Hasad kita ganti dengan syukur. Tamak kita ganti dengan qana'ah (merasa cukup). Dan sombong kita ganti dengan tawadhu (rendah hati). Jika tiga sifat ini hilang dari hati kita, niscaya kedamaian akan hadir di tengah masyarakat kita.
Sebagai penutup, marilah kita jadikan majelis ini sebagai titik tolak untuk membersihkan hati. Mari kita saling mendoakan, saling membantu, dan saling merangkul. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaian. Semoga Allah membimbing kita ke jalan yang lurus.
وَاَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ