Logo Kangsantri AI

Martabat Wanita, Urusan Perempuan

Ceramah
M
Muhammad Rosikhul Hasan
19 Juni 2026 4 menit baca 43 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِين...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

رَبِّ ٱنصُرْنِى عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ.
قَالَ ٱللَّٰهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ ٱلْكَرِيمِ:
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّٰهُ غَفُورًا رَحِيمًا} (الأحزاب: 59)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Yang terhormat para alim ulama, guru-guru kami para kiai dan asatidz, serta seluruh staf pengajar yang saya hormati. Serta seluruh santriwan dan santriwati yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah mempertemukan kita pada kesempatan yang berbahagia ini. Saya mewakili panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran antum sekalian dalam acara ini.

Pada kesempatan kali ini, dengan izin dan bimbingan Allah, kita akan mengkaji bersama sebuah tema yang sangat penting, yaitu "Marwah Wanita dan Masail Annisa" atau Kemuliaan Kaum Wanita dan Berbagai Persoalan yang Menyertainya. Sebagai seorang muslimah yang berinteraksi dengan dunia modern, memahami peran, posisi, dan hak-hak serta kewajiban kita sesuai tuntunan Islam adalah sebuah keniscayaan.

Saudari-saudariku para santri yang insya Allah dimuliakan Allah. Islam datang sebagai rahmatan lil 'alamin, yang mengangkat derajat manusia, termasuk kaum wanita. Sejarah telah mencatat bagaimana Islam memberikan kedudukan terhormat kepada wanita, jauh sebelum konsep emansipasi modern muncul. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 97:

{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
(Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.)

Ayat ini menegaskan bahwa amal saleh tidak memandang jenis kelamin. Baik laki-laki maupun perempuan, jika mereka beriman dan beramal saleh, akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan balasan yang terbaik di akhirat. Ini adalah dasar fundamental kemuliaan wanita dalam Islam.

Marwah wanita dalam Islam bukanlah tentang menundukkan perempuan atau membatasi ruang geraknya. Sebaliknya, marwah adalah tentang kehormatan, martabat, dan menjaga kesucian diri. Islam memerintahkan agar wanita menjaga diri, baik dalam penampilan, perkataan, maupun perbuatan. Firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 59 yang telah dibacakan sebelumnya, memerintahkan wanita untuk menampakkan dirinya dengan mengenakan pakaian yang menutup aurat dan menjaga pandangan. Tujuannya agar mereka dikenali sebagai wanita muslimah yang terhormat dan terjaga dari gangguan.

Dalam konteks santriyah, menjaga marwah berarti serius dalam menuntut ilmu, berakhlak mulia, menjaga lisan, bergaul dengan teman-teman yang baik, dan senantiasa berbakti kepada guru dan orang tua. Ingatlah, pendidikan di pondok pesantren ini adalah ladang berharga untuk membentuk diri menjadi pribadi muslimah yang tangguh, berilmu, dan berakhlak.

Mengenai "Masail Annisa" atau persoalan-persoalan wanita, ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari fiqih wanita, pernikahan, pengasuhan anak, hingga peranannya dalam masyarakat. Sebagai seorang pelajar, penting bagi antum untuk terus belajar dan bertanya kepada ahlinya. Jangan ragu untuk mencari ilmu agama dan pengetahuan umum yang dapat menunjang peran antum kelak.

Salah satu kewajiban penting adalah menjaga pandangan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat An-Nuur ayat 30-31:

{قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ إِنَّ اللَّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ}
(Katakanlah kepada orang laki-laki: "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.")

{وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ ...}
(Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman: "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak di antaranya; dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung pada dadanya; dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka...)

Menjaga pandangan adalah kunci pertama untuk menjaga diri dari fitnah. Di era digital ini, godaan di media sosial begitu besar. Oleh karena itu, kita sebagai santri harus lebih waspada dan disiplin dalam menggunakan teknologi.

Marwah wanita juga tercermin dalam interaksi sosial. Bergaul dengan sopan, menjaga etika, dan tidak berlebih-lebihan dalam berinteraksi dengan lawan jenis adalah hal yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Hadits Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan:

"إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ" فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ: "يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَرَأَيْتَ الحَمْوَ؟" قَالَ: "الحَمْوُ المَوْتُ"
(Jauhilah masuk ke tempat wanita). Lalu seorang sahabat bertanya: "Bagaimana dengan kerabat suami (ipar)?" Beliau menjawab: "Al-hamwu (ipar) adalah maut." (HR. Bukhari Muslim)

Hadits ini menegaskan pentingnya menjaga jarak dan membatasi interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk menghindari fitnah.

Saudari-saudari sekalian, marwah adalah modal terbesar seorang wanita. Jaga baik-baik kehormatan diri antum, karena itu adalah aset dunia dan akhirat. Belajarlah dengan tekun, beribadahlah dengan khusyuk, dan berakhlaklah dengan mulia. Jadilah wanita yang membawa nama baik Islam, menjadi agen perubahan yang positif di tengah masyarakat.

Marilah kita jadikan ilmu yang kita dapatkan hari ini sebagai bekal untuk menjaga marwah kita sebagai muslimah. Mari kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun setelah kita kembali ke masyarakat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Mohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →