اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya hormati para alim ulama, sesepuh desa, Bapak Kyai yang selalu kita tunggu petuahnya, para asatidz dan asatidzah yang sabar membimbing kita, serta teman-teman pemuda-pemudi yang luar biasa, yang wajahnya cerah-cerah, kayak sudah dapat notif balasan chat dari doi, ya? Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di majelis yang penuh berkah ini untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Terima kasih sudah menyempatkan waktu di sela-sela kesibukan scroll TikTok dan push rank kalian.
Teman-teman, kalian tahu nggak kenapa kita harus merayakan Maulid? Bukan cuma buat makan nasi berkat ya! Maulid itu recharge iman. Kita butuh "powerbank" rohani karena hidup di zaman now ini godaannya berat. Mau ngaji, eh ada notif Shopee flash sale. Mau sholat, eh malah lanjut binge-watching series.
Dulu, ada kisah menarik tentang seorang santri di sebuah pesantren. Sebut saja namanya si Ujang. Si Ujang ini orangnya santai banget, hafalan pas-pasan, tapi satu yang dia pegang teguh: dia nggak pernah absen bersholawat. Ke mana-mana mulutnya komat-kamit sholawat. Teman-temannya sering ngeledek, "Jang, mending kamu hafalin kitab, daripada sholawat terus, emang mau makan sholawat?"
Si Ujang cuma senyum. Suatu hari, di pesantren itu ada ujian lisan yang bikin gemeteran. Banyak santri yang blank karena saking gugupnya. Tapi si Ujang? Dia masuk ruang ujian dengan pede, padahal semalam dia cuma sempat baca dikit. Ternyata, saat ditanya, semua hafalan yang pernah dia pelajari tiba-tiba "klik" di kepala. Kenapa? Karena keberkahan sholawat.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Nabi kita ﷺ juga bersabda:
Bayangkan, teman-teman! Sekali kita ucap Allahumma sholli 'ala Muhammad, Allah kasih 10 rahmat. Kalau kita sholawat 100 kali, 1000 rahmat. Masih mau pelit? Padahal kuota internet kalian saja bisa habis ratusan ribu sebulan, masa mau kasih "like" ke Rasulullah lewat sholawat saja pelit?
Sholawat itu "jalan tol" menuju hati yang tenang. Anak muda sering galau, kan? Galau tugas, galau masa depan, galau karena ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Coba deh, ganti galau kalian dengan sholawat. Kalau lagi nunggu chat nggak dibalas, daripada ngedumel, mending bersholawat. Insya Allah, hati jadi adem, urusan dimudahkan, dan yang paling penting, kita dapat syafaat di hari kiamat.
Ingat, kita ini pemuda. Pemuda itu adalah pilar agama. Kalau pemudanya rajin bersholawat dan meneladani akhlak Nabi, negara ini bakal adem ayem. Jangan cuma bisa update status galau, tapi updatelah hati dengan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
Sebagai penutup, yuk kita komitmen mulai hari ini. Jangan ada lagi hari tanpa sholawat. Kita jadikan sholawat sebagai gaya hidup, bukan cuma seremonial Maulid saja. Kalau si Ujang yang santrinya "biasa saja" bisa dapat kemuliaan karena sholawat, apalagi kalian yang insya Allah calon orang-orang sukses!
Mohon maaf kalau ada candaan yang mungkin kurang berkenan, karena yang benar datangnya dari Allah, yang lucu dan salah itu murni khilaf saya sebagai manusia.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad. Semoga kita dikumpulkan bersama beliau di surga nanti. Amin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ