اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang dengan izin-Nya kita dapat berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah SAW, penuntun kita menuju jalan yang terang benderang.
Yang saya hormati para alim ulama, para kiai, asatidz, dan asatidzah, yang senantiasa menjadi suluh penerang di tengah masyarakat kita. Yang saya hormati Bapak Kepala Desa beserta perangkatnya, para tokoh masyarakat, serta seluruh hadirin, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang dimuliakan Allah. Terima kasih atas kehadirannya yang luar biasa hari ini. Sungguh, melihat wajah-wajah penuh keikhlasan ini, hati saya terasa teduh. Mari kita gunakan waktu ini untuk menyelami kembali sosok Rasulullah, bukan sekadar sebagai ritual, melainkan sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup kita di desa yang kita cintai ini.
Bapak, Ibu, dan hadirin yang dirahmati Allah. Ketika kita berbicara tentang Maulid, kita sebenarnya sedang berbicara tentang "cermin kehidupan". Mengapa kita harus meneladani beliau? Allah SWT berfirman:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
*(Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat