اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang terhormat para kiai pengasuh pondok pesantren, para asatidz dan asatidzah yang ilmunya selalu kita nantikan, serta rekan-rekan santri sekalian yang saya cintai. Masya Allah, wajah-wajah di sini kalau dipandang rasanya adem, seperti melihat kulkas dua pintu yang sedang terbuka di tengah terik matahari. Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di majelis yang mulia ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagaimana kabarnya santri hari ini? Sehat? Atau masih pusing mikirin tugas hafalan yang belum setor? Tenang, Nabi Muhammad itu orangnya sangat perhatian sama santri seperti kalian. Bahkan, beliau itu kalau bercanda sangat lucu, tidak kaku seperti kanebo kering.
Kenapa kita merayakan Maulid? Bukan cuma buat makan nasi berkat ya, bukan juga sekadar euforia. Kita merayakan Maulid untuk meneladani sifat beliau. Beliau bersabda:
Coba bayangkan, santri sekalian. Nabi kita itu sosok yang luar biasa. Pernah suatu hari ada seorang nenek bertanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, apakah orang tua seperti saya bisa masuk surga?" Nabi menjawab dengan candaan, "Di surga tidak ada nenek-nenek." Si nenek kaget dan menangis. Lalu Nabi tertawa dan berkata, "Nanti di surga kamu akan berubah menjadi gadis muda yang cantik jelita."
Tuh kan, Nabi saja punya selera humor yang tinggi. Jadi kalau kalian sebagai santri hobinya cemberut terus, itu kurang "Nabi banget". Hidup itu harus ceria, santun, tapi tetap menjaga adab.
Ada satu kisah menarik, Anas bin Malik ra. pernah bercerita bahwa Nabi sering bergaul dengan anak-anak kecil. Bahkan Nabi punya panggilan kesayangan untuk adik kecil, namanya Abu Umair yang punya burung peliharaan bernama Nughair. Ketika burungnya mati, Nabi justru datang menghiburnya dengan candaan, "Wahai Abu Umair, apa yang terjadi dengan Nughair?" Ini menunjukkan bahwa Nabi itu sangat humble dan ramah, tidak galak seperti senior yang hobi menakut-nakuti junior saat MOS.
Allah SWT berfirman:
Rahmat bagi alam itu artinya membawa kedamaian, bukan keributan. Jadi, kalau ada santri yang sukanya bikin gaduh atau jail berlebihan sampai menyakiti teman, itu berarti belum paham makna rahmat Nabi. Meneladani Nabi itu berarti menjaga lisan. Jangan sampai karena saking semangatnya ngobrol sama teman, eh malah jadi ghibah. Ingat, ngrumpi itu pahalanya cepat habis, seperti kuota internet yang dipakai buat streaming video terus-menerus.
Imam Syafi'i pernah berkata:
Apa hikmah buat kita para pelajar? Pertama, jadilah santri yang cerdas dan berakhlak. Belajar itu kewajiban, tapi jangan sampai stres. Kalau sudah pusing menghafal kitab, istirahat sejenak, ingatlah perjuangan Nabi yang penuh kesabaran. Nabi Muhammad adalah sosok yang paling multitasking. Beliau bisa menjadi kepala negara, panglima perang, guru, dan kepala keluarga yang penyayang sekaligus.
Kedua, sebarkan kebaikan melalui kelembutan. Jangan berdakwah dengan memaki-maki. Sampaikan kebenaran dengan senyuman. Sebagaimana Nabi pernah bersabda:
Jadi, mulai besok kalau ketemu teman atau asatidz, senyum dulu. Jangan pasang muka tembok. Kalau kita sering senyum, nanti aura kita jadi positif. Kalau aura positif, insya Allah hafalan lebih cepat masuk, amin!
Sebagai penutup, mari kita ambil resolusi di peringatan Maulid ini. Kita tingkatkan sholawat, kita perbaiki ibadah, dan kita jaga etika. Jadilah santri yang keren di mata Allah dan teladan di mata manusia. Saya mohon maaf jika ada candaan yang mungkin kurang berkenan, karena yang lucu itu aslinya, yang sempurna itu hanya milik Allah dan Rasul-Nya.
Mari kita berdoa bersama.
Terima kasih atas perhatiannya. Tetap semangat, jangan bolos ngaji, dan jangan lupa makan siang karena barokah itu juga ada di dalam nasi bungkus yang dibagikan panitia nanti.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ