اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin yang dimuliakan Allah SWT. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah yang telah mengumpulkan kita di majelis yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabiyullah Muhammad SAW.
Yang saya hormati, para alim ulama dan sesepuh desa, yang kami taati para Kiai dan Nyai, para Asatidz dan Asatidzah pengasuh Pondok Pesantren Tashwirul Afkar, Bapak Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta yang sangat saya banggakan; seluruh alumni, wali murid, dan simpatisan Pondok Pesantren Tashwirul Afkar yang hadir hari ini. Kehadiran Bapak dan Ibu bukan sekadar langkah kaki, melainkan langkah jihad demi keberlangsungan pendidikan agama bagi anak cucu kita.
Hadirin yang dirahmati Allah, mari kita bakar semangat kita hari ini! Pesantren Tashwirul Afkar bukan sekadar bangunan bata dan semen. Ia adalah benteng pertahanan terakhir moral anak bangsa kita. Pondok ini adalah amanah. Dan amanah sebesar ini tidak mungkin dipikul hanya oleh satu pundak kiai saja. Ia butuh gotong royong, ia butuh persatuan kita semua!
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 103 tadi: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."
Saudara-saudaraku, makna "berpegang teguh" adalah kita harus satu frekuensi. Alumni adalah sayap yang kuat, wali murid adalah akar yang menopang, dan simpatisan adalah air penyiramnya. Jika ketiganya bersatu, maka kejayaan Tashwirul Afkar hanyalah masalah waktu! Rasulullah SAW bersabda:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin dengan mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagiannya menguatkan bagian yang lain.” (HR. Bukhari & Muslim).
Lihatlah tangan kita! Jika jari-jari tangan ini terpisah, apakah ia bisa memukul? Tidak! Tapi jika jari-jari ini mengepal menjadi satu, ia akan menjadi kekuatan yang disegani. Begitu pula kita. Alumni harus bangga dengan almamaternya, wali murid harus percaya penuh pada gurunya, dan simpatisan harus terus mendukung perjuangannya. Jangan ada sekat di antara kita. Pesantren ini milik umat, bukan milik satu golongan!
Ingat, Imam Syafi'i pernah berpesan:
Apa yang kita cari di sini? Kita tidak sedang mencari harta duniawi. Kita sedang membangun "investasi akhirat". Saat kita wafat nanti, saat harta kita habis, saat jabatan kita ditinggalkan, maka santri-santri yang menghafal Al-Qur'an di pesantren inilah yang akan terus mengalirkan pahala kepada kita melalui ilmu yang mereka amalkan. Inilah Jariyah yang luar biasa!
Oleh karena itu, saya mengajak:
1. Mari pererat silahturahmi. Jangan ada lagi ego sektoral.
2. Dukung setiap program pesantren dengan tenaga, pikiran, maupun harta.
3. Jaga nama baik pesantren di luar sana.
Jika kita kompak, maka Tashwirul Afkar akan melahirkan mujahid-mujahid yang hebat, ulama-ulama yang faqih, dan pemimpin-pemimpin yang jujur dari desa kita ini. Jangan biarkan pesantren ini layu hanya karena kita enggan bersatu! Bangkitlah! Mari kita jadikan pesantren ini kebanggaan kita bersama.
Sebagai penutup, mari kita teguhkan niat. Kepada para alumni, kembalilah dan bantu adik-adikmu. Kepada wali murid, bersabarlah dan terus bimbing putra-putrimu. Kepada simpatisan, teruslah menjadi pilar penyangga. Kita jaga amanah ini sampai tetes darah penghabisan dalam berdakwah.
Ya Allah, satukanlah hati kami sebagaimana Engkau menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar. Jadikan Pondok Pesantren Tashwirul Afkar sebagai mercusuar ilmu yang menerangi umat. Ampunilah khilaf kami, terimalah amal bakti kami.
Mohon maaf atas segala kekurangan, semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ