اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya hormati para alim ulama, para kiai, asatidz dan asatidzah, yang saya muliakan Ibu Ketua Majelis Taklim, serta yang senantiasa ceria dan penuh semangat, ibu-ibu jamaah pengajian yang insya Allah dimuliakan oleh Allah SWT.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan. Melihat wajah ibu-ibu hari ini, hati saya adem, tapi saya jadi bertanya-tanya, apakah ibu-ibu sudah dandan maksimal karena mau pengajian atau karena nanti mau ada kondangan? Tapi tidak apa-apa, niatnya yang penting sudah baik. Terima kasih sudah menyempatkan waktu di tengah urusan dapur, cucian yang menumpuk, dan drama "suami minta kopi" untuk hadir di majelis ilmu ini. Padahal kalau disuruh antre sembako murah, ibu-ibu pasti datangnya lebih pagi lagi, ya?
Ibu-ibu sekalian, kita sebentar lagi akan memasuki bulan Muharam, bulan pembuka Tahun Baru Islam. Biasanya kalau tahun baru Masehi, orang ramai beli terompet, bakar jagung, lalu tidur. Nah, sekarang kita sambut Tahun Baru Hijriah, jangan sampai kita cuma sibuk ganti kalender di ruang tamu, tapi tidak ada perubahan di akhlak.
Hijrah bukan sekadar pindah tanggal, tapi pindah dari yang buruk menjadi baik. Ingat firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:
Jadi, Muharam ini momen menata "bekal". Jangan sampai pas hitungan akhirat nanti, bekal kita cuma "gosip tetangga" atau "baju yang masih ada label harganya".
Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan muharam:
Bulan Muharam adalah waktu yang pas untuk mulai "puasa mulut". Kalau biasanya di grup WhatsApp ibu-ibu hobinya jempolnya lebih cepat daripada pikirannya—suka melentikkan jempol untuk forward berita yang belum jelas benar atau tidak—nah, bulan ini kita rem. Coba kita hijrah dari "Duta Grup WA" jadi "Duta Tilawah". Bayangkan, Ibu-ibu, kalau waktu yang dipakai buat scrolling akun gosip artis diganti buat baca Quran, insya Allah wajah kita bakal lebih bercahaya tanpa perlu skincare mahal!
Ibu-ibu yang dirahmati Allah, Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah itu penuh pengorbanan. Beliau meninggalkan rumah, harta, dan kampung halaman demi dakwah. Nah, kalau kita, disuruh datang pengajian saja kadang masih tanya, "Ada makan siang nggak ya?" atau "Dapat doorprize nggak?". Harus berani berkorban waktu dan ego, Bu. Kalau suami sedang marah, coba "hijrah" dari istri yang cerewet menjadi istri yang sabar. Kalau tetangga beli panci baru, "hijrah" dari rasa iri menjadi rasa syukur. Memang berat, tapi pahalanya besar.
Sebagai penutup, mari kita jadikan Muharam ini sebagai titik balik. Jangan jadi seperti kalender lama, sudah kadaluwarsa tapi masih dipajang. Kita harus jadi orang yang lebih baik. Mari perbanyak istighfar, perbaiki shalat, dan kurangi hal-hal yang tidak manfaat, termasuk kurangi belanja barang yang tidak perlu, karena belanja itu hobby-nya ibu-ibu, tapi kalau kebablasan, jatuhnya jadi boros, dan boros itu temannya setan.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita selama setahun yang lalu, dan membimbing kita menuju tahun yang penuh keberkahan. Saya mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, kalau ada yang lucu itu bonus, kalau ada yang menyinggung, anggap saja itu "tamparan kasih sayang" supaya kita cepat sadar.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ