اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Yang saya hormati para alim ulama, sesepuh desa kita yang senantiasa menjadi pelita bagi umat, yang saya hormati Bapak Kepala Desa beserta jajaran perangkatnya, para ustadz dan ustadzah, serta seluruh hadirin bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang saya muliakan.
Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya, kita dapat berkumpul di majelis yang penuh berkah ini untuk menyambut pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang istiqomah hingga akhir zaman. Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu sekalian, semoga langkah kaki kita menuju tempat ini dicatat oleh Allah sebagai amal jariyah.
Bapak, Ibu, dan hadirin yang dirahmati Allah,
Muharram bukanlah sekadar kalender yang berganti. Ia adalah momentum bagi kita untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Hidup di dunia ini ibarat seorang musafir yang sedang menempuh perjalanan jauh. Semakin hari, sisa bekal kita semakin tipis sementara tujuan akhir kita, yakni akhirat, semakin dekat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 18:
Ayat ini adalah pengingat bagi warga desa yang kesehariannya bercocok tanam atau bekerja di pasar. Sebagaimana bapak-bapak petani yang tahu kapan harus menanam dan kapan harus memanen, kita pun harus sadar bahwa hidup ini adalah masa tanam. Jika di tahun yang lalu kita merasa ibadah kita masih bolong-bolong, shalat masih sering terlewat, atau mungkin ada hubungan antar tetangga yang sempat retak, maka Muharram adalah waktu terbaik untuk memperbaikinya.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
Muharram adalah bulan yang agung. Ia adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Dalam sebuah atsar yang masyhur, Ibnu Abbas ra. berkata tentang bulan-bulan ini dengan menegaskan keutamaannya:
Mari kita jadikan lembaran tahun baru ini dengan semangat baru. Mari kita perbaiki shalat berjamaah kita di masjid, kita tingkatkan silaturahmi antar tetangga, dan kita bersihkan hati dari sifat dengki. Ingatlah, umur kita tidak ditentukan oleh angka tahun, melainkan oleh sejauh mana kebermanfaatan diri kita bagi orang lain.
Sebagai penutup, mari kita ringkas poin penting hari ini: pertama, jadikan Muharram sebagai waktu muhasabah diri atas dosa-dosa masa lalu. Kedua, berkomitmenlah meningkatkan kualitas amal ibadah. Ketiga, pererat ukhuwah atau persaudaraan antar warga desa. Mari kita sambut tahun ini dengan taubat yang nasuha dan semangat kerja nyata.
Ya Allah, jadikan tahun ini tahun yang penuh keberkahan bagi penduduk desa kami. Jauhkan kami dari fitnah, berikan kami kesehatan, luaskan pintu rezeki kami, dan jadikanlah kami ahli ibadah yang senantiasa rindu akan surga-Mu.
Mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian. Terima kasih atas perhatiannya.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ