اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian yang dirahmati Allah. Pertama-tama, marilah kita sampaikan salam takzim kepada yang terhormat para alim ulama, bapak kiai, asatidz, serta tokoh masyarakat setempat yang insya Allah selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.
Bagaimana kabarnya Bapak-Ibu semua? Sehat? Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Saya lihat wajah-wajah di sini kok kelihatannya lebih cerah daripada hari-hari biasanya. Apa karena mau akhir tahun? Atau jangan-jangan karena ingat kalau tahun depan biasanya harga-harga pada naik? Ah, jangan pusing dulu, kalau tahun depan harga naik, ya kita perbanyak sedekah biar rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka, bukan begitu?
Hadirin yang berbahagia, saat ini kita berada di penghujung tahun. Biasanya kalau akhir tahun itu orang-orang ramai beli terompet, beli ayam bakar, terus begadang sampai pagi. Padahal, kalau ditanya suruh bangun tahajud jam tiga pagi, waduh, beratnya minta ampun. Begadang nunggu pergantian jam malah kuat, ibaratnya mata sudah kayak lampu bohlam, terang terus.
Padahal, Allah SWT berfirman:
Maksud ayat ini jelas, kita disuruh "lihat-lihat" ke belakang, bukan cuma lihat saldo tabungan, tapi lihat amal kita. Sudah berapa banyak salat berjamaah yang kita lakukan? Berapa banyak dosa lidah kita yang suka membicarakan tetangga? Wah, kalau urusan gibah, ibu-ibu biasanya paling jago ya? "Eh, Bu, si Fulan beli TV baru, kayaknya dapet dari mana ya?" Padahal itu TV mungkin cicilan, ya sudahlah, yang penting jangan jadi ganjalan di akhirat nanti.
Rasulullah SAW bersabda:
Dengar itu Bapak-Ibu, orang cerdas itu bukan yang punya HP paling canggih atau motor paling baru, tapi yang bisa mengontrol diri. Muhasabah akhir tahun itu sederhana saja. Coba koreksi, tahun ini kita tambah taat atau malah tambah parah? Jangan sampai umur kita bertambah, tapi kelakuan malah mundur. Masa badan sudah mulai kaku, rambut sudah pada ubanan, tapi sifatnya masih persis anak kecil yang gampang marah kalau rebutan lahan parkir sepeda?
Membangun amal di tahun depan itu tidak perlu muluk-muluk. Jangan punya target "tahun depan mau naik haji" tapi salat lima waktu saja masih "kucing-kucingan" sama waktu. Mulailah dari yang kecil. Subuh berjamaah di masjid, rajin sedekah subuh, dan yang paling penting: hilangkan rasa iri sama tetangga. Kalau tetangga punya motor baru, ucapkan "Masya Allah". Jangan malah bilang, "Itu pasti karena jualan jimat". Repot nanti urusan di mahsyar kalau suka fitnah orang.
Ingatlah pesan Imam Al-Ghazali:
Kebanyakan dari kita ini terlalu banyak melamun dan berencana yang duniawi sekali, sampai lupa kalau malaikat maut itu tidak pernah kirim pesan WhatsApp dulu kalau mau datang. "Mohon maaf, 5 menit lagi saya jemput ya." Tidak ada kan? Jadi, mumpung masih dikasih napas, yuk kita perbaiki yang kurang.
Kesimpulannya, Bapak-Ibu sekalian, tahun baru itu bukan soal ganti kalender, tapi ganti niat. Perbanyak amal saleh, kurangi bengong yang tidak bermanfaat, dan sering-seringlah ziarah kubur. Kenapa ziarah kubur? Biar tahu, tempat kita nanti itu sempit, tidak ada AC, tidak ada cicilan, yang ada cuma amal.
Mari kita tutup dengan doa. Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa orang tua kami, dan dosa tetangga kami yang suka bikin jengkel tapi sebenarnya baik hati. Jadikan tahun depan sebagai tahun penuh keberkahan, jauhkan kami dari hutang yang mencekik, dan berikan kami istiqomah dalam menjalankan perintah-Mu.
Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan Bapak-Ibu. Semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi pengingat bagi saya pribadi dan kita semua.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ