Logo Kangsantri AI

Nu Bangkit Ranting Berkarya

Ceramah
S
Sriyanto Yanto
10 Juli 2026 3 menit baca 38 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Yang terhormat para alim ulama, sesepuh desa yang kami muliakan, Bapak Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, jajaran pengurus MWC NU yang kami hormati, serta yang berbahagia seluruh pengurus Ranting NU yang baru saja dilantik pada hari ini. Tak lupa, para hadirin sekalian, bapak-bapak, ibu-ibu warga masyarakat yang dirahmati Allah.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di majelis yang berkah ini, dalam rangka pelantikan pengurus ranting. Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang syafaatnya kita nantikan.

Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah, menjadi pengurus NU di tingkat ranting bukanlah sekadar jabatan organisasi. Ini adalah amanah untuk menjaga wasilah dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah di tengah-tengah masyarakat desa kita. Mari kita renungkan firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang tadi saya bacakan: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”

Ayat ini adalah fondasi berorganisasi. NU hadir bukan untuk membesarkan diri sendiri, melainkan menjadi wadah "Ta'awunu alal birri wat taqwa". Di desa ini, NU adalah rumah besar tempat kita menjaga tradisi, menjaga akidah yang lurus, serta mempererat silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari).

Saudara-saudaraku pengurus yang baru dilantik, jabatan ini adalah tanggung jawab di hadapan Allah. Bukan soal seragam atau kartu tanda anggota, melainkan soal seberapa besar kehadiran panjenengan mampu memberikan manfaat bagi warga. Ingatlah nasihat Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, pendiri organisasi kita, bahwa NU adalah jam'iyah yang tujuannya membimbing umat. Beliau pernah berpesan: "Siapa yang mau mengurus NU, maka ia saya anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, maka aku doakan husnul khatimah." Ini adalah doa mulia yang seharusnya memotivasi kita untuk bekerja dengan ikhlas, tanpa pamrih.

Mengelola ranting NU di desa membutuhkan kesabaran. Mungkin akan ada gesekan, mungkin ada tantangan, namun kuncinya adalah "Ukhuwah". NU mengajarkan kita Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama bangsa), dan Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Jika pengurus ranting mampu merangkul warga, menghidupkan tahlilan, istighosah, dan kegiatan sosial lainnya, maka keberkahan akan turun di desa ini.

Ingatlah, mengurus NU adalah upaya menjaga warisan para ulama. Kita harus memastikan bahwa Islam yang ramah, santun, dan menyejukkan tetap terjaga di desa kita. Tantangan zaman semakin berat, banyak paham yang ingin memecah belah kita. Maka, pengurus ranting harus menjadi benteng terdepan dalam menjaga kerukunan.

Sebagai penutup, saya berpesan: bekerjalah dengan hati. Jangan jadikan organisasi ini beban, jadikanlah ia sebagai ladang amal jariyah. Mari kita tutup khidmat ini dengan ikrar untuk terus berkhidmat. Semoga kepengurusan ini membawa manfaat besar bagi warga desa, menjadi sebab turunnya rahmat Allah, dan semoga kita semua diakui sebagai santri oleh para pendiri NU dan Nabi Muhammad SAW.

Mohon maaf atas segala kekurangan dalam tutur kata saya. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنْ، وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً. اَللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →