Logo Kangsantri AI

Muharam Berkah Santunan Yatim

Ceramah
A
ABDUL LATIF
19 Juni 2026 6 menit baca 15 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: {إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ} [التوبة: 36]. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.

Para alim ulama, para kiai, asatidz wal hadirin, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari sekalian, warga desa yang saya cintai karena Allah. Alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini, kita bisa berkumpul dalam rangka menyambut dan memperingati salah satu bulan yang mulia dalam kalender Islam, yaitu bulan Muharam. Dan tak lupa, kita juga akan melaksanakan kegiatan sosial yang sangat dianjurkan, yaitu santunan anak yatim.

Bapak, Ibu sekalian, hadir di sini bukan karena saya pintar, tapi karena kita sama-sama diundang Yang Maha Kuasa, dan semoga niat kita semua sama: mencari ridha Allah. Nah, bulan Muharam ini nih, seringkali orang bilang, "Wah, tahun baru Islam nih!" Betul? Tapi kadang-kadang, peringatannya cuma sekadar makan tumpeng, doa bersama, lalu sudah. Sama seperti HP baru, tapi fiturnya kayak HP lama, ya nggak ada gregetnya.

Bulan Muharam itu, Bapak Ibu, adalah permulaan tahun hijriah. Kapan pertama kali Kalender Hijriyah muncul? Itu berawal dari hijrahnya Baginda Nabi Muhammad ﷺ dari Mekah ke Madinah. Jadi, Muharam ini bukan cuma berganti angka, tapi ada pelajaran besar di baliknya. Ada semangat perjuangan, perjuangan mempertahankan keyakinan, perjuangan menata kehidupan yang lebih baik. Ibaratnya seperti kita pindah rumah nih, kita nggak cuma bawa koper, tapi kita bawa semangat baru untuk menata rumah baru itu agar lebih nyaman dan berkah.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36:

{إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ}
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah itu sejak hari diciptakan sebahagiannya (bulan) untukmu pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu pada bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Penafsiran ulama, seperti Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya, menjelaskan bahwa empat bulan haram itu adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Di bulan-bulan ini, kita dilarang berbuat zalim. Bukan berarti di bulan lain boleh zalim ya, Bapak Ibu. Itu seperti orang lagi diet, dikasih pengumuman, "Awas, jangan makan kerupuk hari ini!" Ya jangan dimakan, tapi besoknya bukan berarti boleh ngeborong kerupuk sampai habis keranjang. Justru di bulan haram ini, kita dianjurkan untuk lebih banyak berbuat kebaikan, menahan diri dari maksiat, dan memperbaiki ibadah.

Nah, di bulan Muharam ini ada satu amalan yang sangat spesial, yaitu puasa Asyura, tanggal 10 Muharam. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا". (أخرجه أحمد).
Artinya: "Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Puasa lah kalian pada hari Asyura' (tanggal 10 Muharam) dan berbedalah kalian dari kaum Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya'." (HR. Ahmad).

Puasa Asyura ini, kata para ulama, punya keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu. Wah, luar biasa kan? Coba bayangkan, dosa setahun kita, hanya dengan puasa satu hari, bisa diampuni. Ini seperti diskon besar-besaran dari Allah! Tapi ingat, ini berlaku bagi dosa-dosa kecil, bukan dosa besar yang disengaja. Dosa besar itu butuh taubat yang sungguh-sungguh, Bapak Ibu. Jangan sampai kita menunda-nunda taubat, nanti seperti tagihan listrik, makin ditunda makin membengkak.

Selain memperbanyak ibadah, di bulan Muharam ini ada satu lagi agenda penting kita: santunan anak yatim. Nah, ini bagian yang paling menyentuh hati. Ngomongin anak yatim ini, hati rasanya campur aduk. Kadang senyum terharu, kadang ingin nangis. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Ad-Dhuha ayat 9:

{فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ}
Artinya: "Maka terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang."

Tadi pagi waktu mau ke sini, saya lihat ada anak kecil berlarian di depan rumah. Teringat saya, betapa beruntungnya anak-anak kita di rumah yang punya ayah, yang bisa bangunin pagi, yang bisa nanyain PR, yang bisa diajak main bola. Tapi di luar sana, banyak anak yang bangun tidur nggak ada yang nyium keningnya, nggak ada yang nyiapin sarapan, nggak ada yang nanya sudah punya buku apa belum. Mereka yatim piatu, tidak punya ayah.

Nabi Muhammad ﷺ sendiri sangat perhatian dengan anak yatim. Beliau pernah bersabda:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى، وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا". (متفق عليه).
Artinya: "Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Aku dan orang yang memelihara (menanggung) anak yatim akan berada di surga seperti ini', seraya beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, serta sedikit merenggangkan keduanya." (Muttafaq 'alaih).

Lihat Bapak Ibu, pahalanya luar biasa! Ditemani langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ di surga. Ini lebih keren dari foto bareng artis idola! Bayangkan, kita di surga nanti, jalan bareng Nabi, ngobrolin soal akhirat. Siapa yang tidak mau? Siapa yang tidak tergiur dengan kenikmatan surga yang dijanjikan ini?

Menyantuni anak yatim ini bukan cuma soal memberi uang atau makanan. Lebih dari itu, kita memberikan mereka rasa kasih sayang, perhatian, dan bimbingan. Kita menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak sendirian di dunia ini, bahwa ada orang-orang yang peduli, ada Allah yang Maha Penyayang yang selalu mengawasi.

Kadang ada yang bertanya, "Ustaz, saya ini orang desa, penghasilan pas-pasan, bagaimana mau santuni anak yatim?" Bapak Ibu, santunan itu tidak harus besar. Sedikit yang berkesan lebih baik daripada banyak tapi tidak ikhlas. Memberi senyuman kepada anak yatim itu sudah santunan. Menengok mereka, bertanya kabar, itu juga santunan. Yang penting adalah niat tulus karena Allah.

Mari kita jadikan bulan Muharam ini sebagai momentum untuk introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah kita, dan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama, terutama anak-anak yatim. Jangan sampai kita sibuk menghitung untung rugi duniawi, namun melupakan bekal akhirat yang jauh lebih penting.

Ingatlah, setiap kebaikan sekecil apapun akan dicatat oleh Allah. Setiap senyuman yang kita berikan kepada mereka, setiap perhatian yang kita curahkan, akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita tiada.

Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mengencangkan ikat pinggang kita (bukan untuk diet ya, tapi untuk bersedekah!). Mari kita keluarkan sebagian rezeki yang Allah titipkan, untuk membahagiakan mereka yang membutuhkan. Semoga Allah membalas kebaikan kita semua dengan balasan yang berlipat ganda. Aamiin.

Barakallahu fikum. Mari kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, umur yang barokah, rezeki yang halal, dan kemudahan dalam segala urusan. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa taat kepada-Nya, menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, dan dikumpulkan di surga-Nya bersama orang-orang yang beriman. Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, berkahilah bulan Muharam ini bagi kami. Ya Allah, Ya Ghofur, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami. Ya Allah, Ya Wadud, curahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami, terlebih kepada anak-anak yatim di sekitar kami. Aamiin Ya Rabbal 'alamin.

Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung hati. Segala kebaikan datangnya dari Allah, segala kekurangan datangnya dari saya pribadi.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →