Logo Kangsantri AI

Cinta Suci dalam Islam

Ceramah
M
Muhammad Fatwa Saeroji
31 Mei 2026 3 menit baca 74 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian yang saya muliakan. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul di sini. Yang saya hormati para alim ulama, bapak kiai, ustaz dan ustazah, wabil khusus kepada Bapak Kepala Desa yang senantiasa mengayomi warganya, serta seluruh tokoh masyarakat yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, tapi tetep saya cintai. Terima kasih sudah mengundang saya, kalaupun nanti pulangnya disuguhi makanan enak, apalagi ditambah amplop, ya alhamdulillah saya terima dengan ikhlas.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, tema kita hari ini adalah pernikahan. Saya lihat di sini banyak yang mukanya masih cerah karena pengantin baru, tapi banyak juga yang mukanya melas karena sudah puluhan tahun menikah. Ingat, Bapak-bapak, menikah itu ibadah. Jadi kalau Bapak lagi disuruh istri belanja ke pasar padahal lagi ngantuk, itu bagian dari jihad.

Pernikahan dalam Islam itu adalah mitsaqan ghalizha atau perjanjian yang berat. Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 21:

وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا
"Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat."

Perjanjian kuat, lho! Bukan perjanjian mau beli HP baru terus lupa. Menikah itu tujuannya supaya tenang, bukan supaya malah jadi ajang adu mulut tiap pagi. Kalau suami-istri rukun, rumah itu jadi surga. Kalau isinya ribut terus, rumah itu jadi tempat latihan silat.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ الْإِيمَانِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي
"Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh imannya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada separuh sisanya." (HR. Thabrani).

Jadi Ibu-ibu, kalau bapak-bapaknya mulai agak nakal, itu mungkin separuh imannya lagi luntur, tolong diingatkan dengan kasih sayang, bukan dengan sapu lidi. Menikah itu kuncinya di "Sakinah, Mawaddah, Warahmah". Sakinah artinya tenang. Jadi kalau istri lagi ngomel, suami jangan ikut ngomel. Ilmu rahasianya adalah: diam adalah emas, tapi kalau diamnya kelamaan, bisa-bisa istri makin ngamuk.

Ada kisah menarik dari zaman Rasulullah. Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah datang menemui Nabi saat beliau sedang mendengar istrinya, Sayyidah Aisyah, menegur dengan nada tinggi. Abu Bakar ingin masuk memarahi putrinya, tapi Nabi tertawa dan berkata, "Tuh kan, lihatlah mereka (para istri) mengerumuniku." Artinya apa? Rasulullah saja menghadapi dinamika rumah tangga dengan humor dan kesabaran, apalagi kita yang baru taraf belajar.

Pesan saya buat suami: Jangan pelit sama istri. Uang belanja itu bukan beban, itu investasi surga. Untuk para istri: Jangan terlalu sering mengeluh kalau suami pulang kerja capek. Senyuman istri yang menyambut di depan pintu itu pahalanya besar sekali. Seperti kata ulama besar, Imam Ghazali, yang intinya bahwa kemuliaan akhlak dalam rumah tangga adalah pondasi utama keberkatan harta dan keturunan.

Ingat, rumah tangga yang islami itu bukan yang nggak pernah bertengkar, tapi yang kalau bertengkar, tetap bisa saling memaafkan sebelum matahari terbenam. Jangan biasakan tidur membelakangi istri sampai tiga hari, nanti yang di samping malah diambil orang lain atau malah bapak pindah tidur di pos ronda.

Sebagai penutup, mari kita evaluasi diri. Apakah rumah tangga kita sudah berkah? Sudahkah kita shalat berjamaah bersama? Apakah setiap bangun tidur kita masih bersyukur punya pasangan yang mendampingi dalam suka dan duka? Mari kita perbaiki ikatan ini, jadikan rumah kita 'Baiti Jannati', rumahku surgaku, bukan 'Baiti Nerakaku'.

Semoga Allah SWT menyatukan hati kita dalam ketaatan, memberikan keturunan yang saleh-salehah, dan menjaga keluarga kita dari fitnah dunia. Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan, karena yang benar datangnya dari Allah, dan yang salah itu murni dari kekhilafan saya sebagai manusia yang hobi makan gorengan.

Terima kasih atas segala perhatiannya. Mari kita tutup dengan doa. Ya Allah, jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, berkahilah rezeki kami, dan kumpulkan kami kelak di surga-Mu. Amin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →