اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat, para alim ulama, para kiai, para tuan guru, sesepuh dan tokoh masyarakat yang senantiasa kami hormati. Serta seluruh Bapak, Ibu, Saudara sekalian, kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia.
Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya. Sehingga pada sore yang berbahagia ini, kita dapat berkumpul dalam majelis yang mulia ini untuk menimba ilmu dan mempererat tali silaturahmi. Terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu sekalian, semoga setiap langkah kita dicatat sebagai amal ibadah.
Hari ini, kita akan bersama-sama mengupas salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Puasa Asyura. Puasa yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah kita.
Bapak, Ibu yang dirahmati Allah.
Puasa Asyura adalah sebuah amalan yang banyak dicontohkan oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun sangat menganjurkan kita untuk mengerjakannya. Mengapa demikian?
Pertama, Puasa Asyura memiliki keutamaan menghapus dosa. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Lihatlah Bapak, Ibu, betapa besar keutamaan puasa ini. Dosa-dosa setahun yang lalu akan diampuni oleh Allah. Ini adalah kesempatan emas untuk kita membersihkan diri dari segala kesalahan.
Kedua, Puasa Asyura adalah bentuk ibadah yang telah dicontohkan oleh para nabi. Sejarah mencatat, bahwa pada hari Asyura inilah Allah menyelamatkan Nabi Musa alaihissalam dan kaumnya dari kejaran Fir'aun, dan menenggelamkan Fir'aun beserta bala tentaranya. Sebagai bentuk rasa syukur Nabi Musa berpuasa pada hari itu, dan kita diperintahkan untuk meneladani beliau.
"وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُقَتِّلُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ وَفِي ذَلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ." (QS. Al-Baqarah: 49).
Dan ingatlah (wahai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu dari kaum Fir'aun. Mereka menyiksa kamu dengan seksaan yang amat buruk, mereka menyembelih anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu.
Dalam riwayat lain oleh Imam Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, "Hari apa ini?" Para sahabat menjawab, "Ini adalah hari yang agung, hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan tenggelamkan Fir'aun. Orang Yahudi dan Nasrani mengagungkan hari ini." Maka Rasulullah bersabda:
Untuk menghindari kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, para ulama menganjurkan untuk menambah satu hari, yaitu berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau tanggal 11 Muharram. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Bapak, Ibu yang kami muliakan.
Dalam konteks kehidupan kita di desa ini, puasa Asyura mengingatkan kita akan pentingnya rasa syukur atas nikmat keselamatan yang Allah berikan. Sebagaimana Nabi Musa dan kaumnya bersyukur atas keselamatan dari Fir'aun. Kita patut bersyukur atas segala nikmat desa kita, nikmat keluarga, nikmat kesehatan, dan nikmat iman. Puasa ini juga mengajarkan kita untuk sabar dan teguh dalam menghadapi ujian, sebagaimana kesabaran Nabi Musa dalam menghadapi kekufuran Fir'aun. Ketaatan kepada Allah mendatangkan kebahagiaan sejati.
Mari kita jadikan momentum puasa Asyura ini untuk meningkatkan ketaqwaan kita, untuk membersihkan diri dari dosa-dosa, dan untuk meneladani para nabi. Ajarkanlah anak-anak kita untuk berpuasa, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang shalih dan shalihah, yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Minimal, kita bisa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Lebih afdhal jika kita berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, atau 10 dan 11 Muharram.
Mudah-mudahan apa yang telah kita sampaikan ini bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ.
Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima amal ibadah kita.
Terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu sekalian. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekhilafan dalam perkataan dan perbuatan.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.