Logo Kangsantri AI

Nabi Muhammad, Teladan Abadi

Ceramah
A
Akhmad Fahrurrozy
28 Agustus 2026 3 menit baca 41 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bapak-bapak, Ibu-ibu, warga yang saya cintai, yang wajahnya bercahaya karena rajin wudhu, walaupun kadang juga karena kena terik matahari di sawah ya, Bu? Yang terhormat para alim ulama, tokoh masyarakat, sesepuh desa kita yang luar biasa, serta seluruh hadirin yang dirahmati Allah. Alhamdulillah, senang sekali saya bisa berada di tengah-tengah Bapak dan Ibu sekalian. Kalau sudah kumpul begini, rasanya adem. Yang penting bukan adem karena nungguin arisan ya, Pak, tapi adem karena iman kita sedang di-charge bareng-bareng.

Tema kita hari ini adalah "Rasulullah Teladan Sepanjang Zaman". Kenapa harus Rasulullah? Ya karena kalau meneladani artis, belum tentu aman. Hari ini mereka pamer harta, besok malah masuk berita karena masalah. Tapi kalau Rasulullah, dari bangun tidur sampai tidur lagi, semuanya sudah ada panduannya. Beliau itu superman yang sesungguhnya, tapi bukan pakai celana dalam di luar ya, Bapak-bapak!

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab: 21).

Bapak Ibu yang saya muliakan, Rasulullah itu orangnya santai tapi berwibawa. Beliau itu lucu, pernah ada nenek-nenek tanya, "Ya Rasulullah, apakah saya masuk surga?" Beliau jawab, "Nenek-nenek tidak masuk surga." Nenek itu nangis, eh, Rasulullah tertawa kecil dan menjelaskan maksudnya bahwa di surga nanti, nenek itu akan jadi muda lagi, cantik lagi. Wah, Ibu-ibu kalau dengar yang muda-muda begini pasti semangat, ya?

Dalam hadits, Nabi bersabda:

إِنِّي لَا أَقُولُ إِلَّا حَقًّا وَإِنِّي لَأَمْزَحُ
"Sesungguhnya aku tidak berkata kecuali yang benar, dan sesungguhnya aku pun bercanda." (HR. Tirmidzi).

Jadi, beragama itu tidak harus kaku kayak kanebo kering. Kita meneladani Rasulullah dalam hal kejujuran, kasih sayang, dan keramahan. Kalau kita di desa ini bisa meniru akhlak Nabi, tidak ada lagi itu yang namanya tetangga musuhan gara-gara ayam masuk kebun. Harusnya, kalau ada ayam tetangga masuk kebun, ya kita kasih makan, siapa tahu besoknya dia bertelur di rumah kita, kan rezeki itu, Pak!

Nabi itu luar biasa sabarnya. Beliau sering diludahi orang kafir, tapi ketika orang itu sakit, Nabi malah yang menjenguk pertama kali. Lah kita? Kadang disenggol motor dikit saja sudah mau perang dunia ketiga. Kita harus belajar sabar dari Rasulullah. Sabar itu bukan berarti diam saja, tapi menahan diri untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Mari kita terapkan sunnah-sunnah kecil. Mulai dari tersenyum sama tetangga, jujur saat berdagang, dan tidak pelit sama istri. Ibu-ibu, kalau bapaknya pelit, itu berarti belum meneladani Nabi, karena Nabi itu paling royal sama istrinya.

Sebagai kesimpulan, mari kita jadikan Rasulullah sebagai GPS dalam hidup kita. Kalau sudah pakai GPS Nabi, insya Allah tidak akan tersesat ke jalan yang salah, apalagi sampai nyasar ke tempat maksiat. Mari kita perbaiki ibadah kita, perbaiki akhlak kita, dan jangan lupa, hidup itu harus dibawa santai tapi serius ibadahnya.

Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, kalau ada yang lucu anggap saja hiburan, kalau ada yang serius mohon diamalkan. Terima kasih atas perhatian Bapak Ibu semua. Mari kita tutup dengan doa. Ya Allah, bimbinglah kami untuk selalu meneladani Rasul-Mu dalam setiap langkah kami, jadikan keluarga kami sakinah mawaddah warahmah, dan kumpulkan kami kelak di surga bersama baginda Nabi Muhammad SAW.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →