Logo Kangsantri AI

Sirah Nabawiyah Muharram Inspiratif

Ceramah
A
abdul rasyid
31 Mei 2026 4 menit baca 96 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّרْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang terhormat para alim ulama, para asatidz dan asatidzah yang kita muliakan, Ibu Ketua Majelis Taklim, serta seluruh jamaah ibu-ibu pengajian yang insya Allah dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah, karena atas izin-Nya kita dapat berkumpul di majelis ilmu yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada teladan agung, Baginda Nabi Muhammad ﷺ, yang syafaatnya kita nantikan di hari akhir nanti.

Ibu-ibu yang dimuliakan Allah, bulan Muharram bukanlah sekadar penanda waktu atau pergantian kalender Hijriah semata. Ia adalah bulan yang disucikan oleh Allah. Muharram adalah titik tolak sejarah besar yaitu peristiwa Hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah strategi dakwah, tonggak keberanian, dan pengorbanan demi tegaknya agama Allah. Bagi kita, perempuan muslimah dan ibu rumah tangga, spirit hijrah harus dimaknai sebagai upaya untuk berpindah dari kondisi yang kurang baik menjadi lebih baik, dari kurang ibadah menjadi lebih taat, dari kurang sabar menjadi lebih bijaksana.

Mari kita renungkan firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang telah saya bacakan tadi: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa memuliakan bulan-bulan haram—termasuk Muharram—adalah dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi maksiat, karena dosa di bulan ini dianggap lebih berat nilainya di sisi Allah. Oleh karena itu, mari kita jadikan Muharram sebagai bulan muhasabah keluarga. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Allah, yakni Muharram." (HR. Muslim).

Ibu-ibu yang dicintai Allah, mari kita bawa semangat ini ke dalam rumah kita. Muharram mengajarkan kita tentang keteguhan iman. Lihatlah bagaimana sosok Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha, istri pertama Rasulullah yang menjadi pendukung utama saat permulaan dakwah yang sulit. Beliau mengorbankan hartanya, perasaannya, dan kenyamanannya demi mendukung hijrahnya risalah Islam. Beliau adalah potret ibu yang shalehah, yang memahami bahwa kesuksesan suami dan keberkahan keluarga berawal dari dukungan seorang istri yang bertaqwa.

Apa hikmah yang bisa kita ambil di bulan Muharram ini?

Pertama, perbaikan kualitas ibadah. Bulan ini adalah momen emas untuk memperbaiki shalat kita. Mari kita perhatikan shalat kita, apakah sudah tepat waktu? Apakah sudah khusyuk? Jika selama ini shalat kita masih terburu-buru karena urusan rumah tangga, mari kita niatkan di bulan Muharram ini untuk lebih tenang dalam menghadap Allah.

Kedua, penguatan pendidikan tauhid dalam keluarga. Hijrahnya Rasulullah ﷺ adalah untuk menyelamatkan aqidah. Ibu-ibu, kitalah madrasah pertama bagi anak-anak kita. Jika kita ingin anak-anak kita menjadi generasi yang tangguh, maka kita harus menjadi contoh yang teguh dalam memegang prinsip Islam.

Ketiga, memperbanyak puasa sunnah, terutama Asyura. Puasa Asyura pada 10 Muharram adalah kesempatan untuk menghapus dosa setahun yang lalu. Bayangkan, ibu-ibu, betapa Allah sangat mencintai hamba-Nya sehingga Dia memberikan banyak kesempatan untuk menghapus dosa-dosa kita yang mungkin kita lakukan tanpa sadar.

Ibu-ibu sekalian, hidup di dunia ini adalah sebuah perjalanan panjang. Kita semua sedang berhijrah menuju Allah. Setiap menit yang kita lalui adalah langkah menuju akhirat. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena kehilangan waktu berharga. Gunakanlah bulan Muharram ini untuk mulai menata kembali prioritas hidup. Berhentilah mengeluh jika ada masalah ekonomi atau keluarga, namun berpindahlah dari rasa keluh tersebut menuju rasa syukur yang mendalam.

Sebagai penutup, mari kita teguhkan hati. Jadikanlah Muharram kali ini sebagai titik awal bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita ajak anak-anak dan suami kita untuk memakmurkan masjid, memperbanyak membaca Al-Qur'an, dan saling tolong-menolong dalam kebaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk istiqamah di jalan-Nya, menerima seluruh amal ibadah kita, dan mengumpulkan kita kelak di surga-Nya bersama Rasulullah ﷺ.

Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaian saya. Semoga apa yang sedikit ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua.

Ya Allah, ampunilah dosa kami dan orang tua kami. Berikanlah kami keberkahan di bulan Muharram ini. Jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Teguhkanlah hati kami di atas iman dan Islam hingga akhir hayat kami.

آمين يارب العالمين

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →