Logo Kangsantri AI

Kisah Rasulullah Teladan Abadi

Ceramah
A
abdul rasyid
31 Mei 2026 3 menit baca 26 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَا...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Ibu-ibu yang saya cintai karena Allah, Masya Allah, wajah-wajah di sini kalau diterangi lampu masjid sudah bersinar, apalagi kalau diterangi iman, wah, kalah itu lampu jalanan! Yang saya hormati para ustazah, tokoh masyarakat, dan tentu saja Ibu-ibu jamaah pengajian yang luar biasa. Ibu-ibu ini kalau sudah kumpul, Masya Allah, suaranya sudah seperti tawon, kompak sekali, tapi insya Allah semangatnya untuk masuk surga lebih kompak lagi ya, Bu?

Hari ini kita akan mengaji Sirah Nabawiyah. Jangan bayangkan Sirah itu berat kayak menghafal resep masakan mertua yang rahasianya disembunyikan. Sirah Nabawiyah itu adalah kisah hidup manusia paling mulia, Rasulullah SAW. Beliau itu bukan hanya pemimpin agung, tapi juga suami yang teladan bagi para istri.

Ibu-ibu, tahu tidak? Rasulullah itu kalau di rumah bisa jahit bajunya sendiri yang sobek. Nah, kalau Bapak-bapak di rumah bajunya sobek, biasanya teriak, "Bu, ini kok kancing lepas?!" Rasulullah mah tidak gitu. Beliau mandiri. Beliau bersabda:

مَا عَابَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sedikit pun. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya, dan jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Coba bayangkan, kalau Ibu bikin sayur asem tapi rasanya jadi sayur sabun karena kebanyakan bumbu, terus suami bilang "Ini masakan istriku tersayang!", alangkah bahagianya. Tapi kalau suami bilang, "Ini kuah apa, Bu? Kok warnanya biru?", wah, bisa terjadi perang dunia ketiga di dapur ya, Bu? Itulah kenapa belajar sirah itu penting, supaya kita tahu cara Rasulullah menjaga hati pasangannya.

Nabi kita itu manusia, tapi manusia yang luar biasa. Beliau pernah dikejar-kejar musuh, dilempar batu sampai berdarah, tapi doanya bukan untuk menghancurkan, malah mendoakan agar musuhnya mendapat hidayah. Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya: 107).

Jadi, kalau kita mengaku umat Nabi, harusnya jadi "Rahmat bagi suami", bukan "Bencana pagi-pagi". Kalau suami bangun tidur, sapa dengan senyum, jangan sapa dengan tagihan bulanan! Rasulullah itu ahli senyum, Bu. Kata sahabat Jarir bin Abdullah, "Setiap aku melihat Nabi, beliau selalu tersenyum kepadaku."

Banyak yang bertanya, kenapa sih harus belajar sejarah Nabi? Ya supaya kita tahu kalau hidup itu bukan cuma soal gosip tetangga atau harga cabai yang naik. Hidup itu soal bagaimana kita mengikuti jejak langkah beliau. Bayangkan, Nabi itu kalau sedang sedih, beliau shalat. Kita kalau sedih? Buka HP, lihat status orang, terus ngomel-ngomel sendiri. Jauh sekali, Bu!

Sebagai kesimpulan, mari kita jadikan rumah kita miniatur surga dengan meneladani sifat Nabi. Nabi itu pemaaf, suami yang romantis, dan pengingat yang baik bagi keluarganya. Jangan jadikan rumah seperti medan perang, tapi buat rumah yang penuh dengan cinta karena Allah.

Ibu-ibu, mari kita berjanji mulai besok, setiap ada masalah, tanya dalam hati, "Apa yang akan dilakukan Rasulullah kalau di posisi saya?" Kalau Ibu lagi marah sama suami, ingat kalau Nabi saja bisa sabar hadapi orang yang meludahi beliau. Masa Ibu tidak bisa sabar cuma karena suami lupa buang sampah?

Mohon maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, kalau ada yang lucu itu bonus, kalau ada yang tidak lucu berarti saya kurang mengaji. Semoga kita semua dikumpulkan bersama Rasulullah di jannah-Nya nanti. Amin ya Rabbal Alamin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →