Logo Kangsantri AI

Bersatu dalam Ukhuwah Islamiyah

Ceramah
R
Renan
19 Juli 2026 3 menit baca 39 views

اَلسَّلَامُ عَلُيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلُيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang terhormat para sepuh, para alim ulama, bapak kiai, asatidz dan asatidzah yang senantiasa menjadi pelita di tengah masyarakat. Yang saya hormati Bapak Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh Bapak, Ibu, dan saudaraku sekalian, warga desa yang insya Allah dimuliakan oleh Allah SWT.

Alhamdulillah, puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah, karena atas izin-Nya, kita bisa berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat walafiat. Terima kasih saya ucapkan atas keluangan waktu Bapak dan Ibu sekalian. Hari ini, saya ingin membakar semangat kita semua untuk kembali menghidupkan satu ruh yang mulai luntur, yaitu SOLIDARITAS.

Saudaraku, ingatlah bahwa kita hidup di kampung ini bukan untuk menjadi orang asing bagi tetangga sendiri! Islam agama yang sangat menjunjung tinggi persaudaraan. Allah SWT berfirman:

تَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma'idah: 2)

Lihatlah, Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam kebaikan. Jangan biarkan ada tetangga kita yang kelaparan, sementara kita kenyang di rumah. Jangan biarkan ada rumah tetangga roboh, sementara kita punya kelebihan rezeki. Rasulullah SAW bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bak satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Muslim)

Bayangkan, Bapak dan Ibu! Jika satu orang di desa ini susah, kita semua seharusnya ikut merasa sakit. Itulah Islam! Bukan Islam yang egois, bukan Islam yang sibuk dengan urusan sendiri! Zaman sekarang, banyak orang lebih peduli dengan handphone-nya daripada tetangga yang sedang kesulitan. Ini adalah tanda iman kita sedang sekarat! Kita harus bangkitkan kembali budaya gotong royong. Jika ada yang sakit, kita jenguk. Jika ada yang kesusahan, kita bantu. Bahkan ulama besar, Imam Al-Ghazali, pernah berpesan dalam Kitab Ihya Ulumuddin: “Hak tetangga adalah hendaknya engkau berbuat baik kepadanya, menahan diri dari menyakitinya, dan bersabar atas gangguan darinya.”

Saudaraku, solidaritas bukan hanya soal uang! Solidaritas adalah tenaga, pikiran, dan doa. Ingat kisah kaum Anshar di Madinah? Mereka rela berbagi rumah, harta, bahkan istri demi saudara mereka, kaum Muhajirin yang hijrah tanpa membawa apa-apa. Itulah standar iman kita! Apakah kita sudah bisa seperti mereka? Minimal, mari kita mulai dari hal kecil: santun saat berbicara, ringan tangan saat membantu, dan tidak menjadi provokator yang memecah belah warga.

Mari bulatkan tekad mulai hari ini! Jadikan desa kita menjadi desa yang paling kompak, desa yang paling peduli, desa yang paling dicintai Allah SWT karena kasih sayangnya. Jangan biarkan solidaritas kita hanya sebatas kata-kata, tapi jadikan ia sebagai bukti nyata amal saleh kita.

Sebagai penutup, mari kita teguhkan hati. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk senantiasa peduli. Ya Allah, satukanlah hati kami, hilangkanlah rasa benci dan kesombongan di antara kami. Berikanlah kami keberkahan dalam berjamaah dan tolong-menolong dalam kebaikan. Ampunilah dosa kami, orang tua kami, dan seluruh warga kampung ini.

Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →