Logo Kangsantri AI

Perpisahan Penuh Berkah

Ceramah
R
Rajib komara
12 September 2026 3 menit baca 11 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Yang terhormat para alim ulama dan para sesepuh yang kami taati, yang kami hormati segenap dewan asatidz dan asatidzah yang tak kenal lelah membimbing langkah kami, serta yang saya banggakan, rekan-rekan santri dan santriwati seperjuangan yang insya Allah dimuliakan oleh Allah SWT.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya, kita dapat berkumpul di majelis perpisahan yang penuh haru namun sarat akan makna ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Rasulullah Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Hari ini, kita tidak sedang merayakan sebuah akhir, melainkan sebuah gerbang transisi. Perpisahan atau tafaruqan bukanlah tentang memutus silaturahmi, melainkan tentang menyebarkan benih-benih ilmu yang telah kalian tanam di pondok ini ke ladang kehidupan yang lebih luas.

Dalam dunia pesantren, kita diajarkan bahwa menuntut ilmu adalah perjalanan jihad. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Tawbah ayat 122:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."

Kalian adalah "thaifah" atau kelompok yang telah menempuh perjalanan thalabul ilmi. Ketika kalian melangkah keluar dari gerbang pondok ini, tanggung jawab kalian bukan lagi sekadar menghafal kitab atau mengejar nilai, melainkan menjadi "munzir" atau pemberi peringatan dan contoh akhlakul karimah di tengah masyarakat.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

"Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat."

Ilmu yang kalian miliki adalah amanah. Janganlah perpisahan ini membuat semangat belajar kalian meredup. Sebaliknya, jadikan perpisahan ini sebagai titik tolak untuk lebih mendalami agama dan berkontribusi nyata bagi umat. Di luar sana, tantangan zaman semakin kompleks. Fitnah akhir zaman tidak lagi datang dengan pedang, melainkan dengan pemikiran-pemikiran yang menyimpang. Kalian adalah benteng-benteng yang telah ditempa di sini untuk menjawab tantangan tersebut.

Ingatlah pesan Imam Syafi’i rahimahullah dalam syairnya yang masyhur:

تَغَرَّبْ عَنِ الْأَوْطَانِ فِي طَلَبِ الْعُلَا ... وَسَافِرْ فَفِي الْأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِ

تَفَرُّجُ هَمٍّ، وَاكْتِسَابُ مَعِيْشَةٍ ... وَعِلْمٌ، وَآدَابٌ، وَصُحْبَةُ مَاجِدٍ

"Merantaulah, karena dalam perantauan ada lima manfaat: menghilangkan kesedihan, mencari penghidupan, mendapatkan ilmu, mempelajari adab, dan bersahabat dengan orang mulia."

Perpisahan ini justru akan memberikan kalian kedewasaan. Kalian akan bertemu dengan berbagai jenis manusia, tantangan ekonomi, dan dinamika sosial. Namun, bekal yang kalian bawa—yakni nilai-nilai tauhid dan adab yang diajarkan di pondok—adalah kompas yang tidak akan membiarkan kalian tersesat.

Sebagai penutup, ada tiga hal yang harus kalian bawa saat melangkah keluar dari sini: Pertama, jaga shalat berjamaah sebagai pengikat hubungan kalian dengan Allah. Kedua, jaga kehormatan ilmu dengan tetap terus belajar (long-life learning). Ketiga, jaga silaturahmi dengan guru-guru kalian, karena keberkahan ilmu terletak pada ridha guru.

Mohon maafkan segala khilaf yang pernah terjadi di antara kita. Semoga Allah SWT menghimpun kita kembali di surga-Nya kelak. Mari kita tutup dengan doa:

اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُومًا، وَتَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُومًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Terima kasih atas segala dedikasi, perjuangan, dan doa yang telah kita bagi bersama. Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati, bermanfaat, dan berpegang teguh pada sunnah.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →