اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: (ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ) [الحجر: 46]. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang terhormat, para alim ulama, para kiai, asatidz, dan asatidzah yang senantiasa menjadi lentera ilmu bagi kita. Serta tidak lupa, salam hormat saya kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian yang hadir pada kesempatan yang berbahagia ini. Khususnya saya sapa Ibu-ibu majelis pengajian yang luar biasa, para wanita tangguh yang selalu hadir demi menuntut ilmu Allah.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang telah mempertemukan kita kembali di majelis yang penuh berkah ini. Semoga setiap langkah kita menuju majelis ilmu dicatat sebagai amal ibadah. Amin ya rabbal 'alamin. Hari ini, kita akan ngobrol santai, tapi isinya tetap serius, tentang ‘kehidupan peradaban’ kita saat ini. Iya, Bu, zaman sekarang itu dinamis banget, kayak sinetron yang episode-nya nggak ada habisnya! Kita akan bahas tuntas dari dunia maya yang bikin nagih, sampai dompet yang kadang bikin meriang, dan hati yang kadang ikut-ikutan galau.
Ibu-ibu sekalian, peradaban digital ini ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, memudahkan kita cari resep masakan terbaru, lihat cucu di luar kota, atau bahkan belanja online sampai lupa tanggal tua. Tapi di sisi lain, kok ya kayaknya mata kita makin sibuk sama HP, padahal anak sama suami di sebelah lagi ngajak ngobrol. Pernah nggak sih, Bu, lagi asyik scroll TikTok, tiba-tiba suami nanya, "Mah, makan apa nanti malam?" Eh, kita jawab, "Bentar, Yah, lagi lihat resep sambal viral." Suami langsung senyum kecut, "Oh... gitu. Berarti saya makan hati aja ya, Mah?" Wah, jangan sampai begitu ya, Bu!
Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim). Nah, di dunia maya ini, kadang omongan orang jadi lebih pedas dari sambal terasi. Bahaya! Kesehatan mental kita juga terancam. Liat postingan orang kok kelihatannya bahagia terus, padahal mungkin lagi nyicil utang KPR. Langsung deh, timbul rasa iri, dengki, padahal rezeki sudah diatur Allah. Jangan sampai kita terbawa arus, lalu lupa sama karunia Allah yang sudah ada.
Belum lagi tantangan ekonomi, Bu. Kadang harga-harga naik kayak harga saham perusahaan teknologi. Mau beli telur buat sarapan aja mikir dua kali. Kalau dulu ada PEPES (Pengajian Ekonomi Permak Sasa), sekarang namanya PEPES PPN (Pengajian Pendapatan Pas-pasan Nanggung). Tapi bukan berarti kita pasrah menyerah. Ingat firman Allah: "Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath-Thalaq: 2-3). Jadi, usaha terus, tawakal pada Allah, dan jangan lupa berdoa. Siapa tahu, tiba-tiba ada arisan ibu-ibu yang hadiahnya jadi pensiun dini. Aaamiiin!
Nah, yang paling ngeri, Bu, adalah penurunan moral atau krisis etika ini. Dulu ibu-ibu kalau mau keluar rumah, paling banter pakai daster yang agak bagus sedikit. Sekarang? Astaghfirullah! Kadang di jalanan lihat pemandangan yang bikin mata ini terbelalak lebih besar dari harga cabai waktu mau lebaran. Busana yang seharusnya menutup aurat, kok ya malah jadi ajang pamer tanpa batas. Ini yang bikin hati kita sedih. Allah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31: (وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا) "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak darinya." Inilah perintah Allah, Bu. Ini bukan soal ketinggalan zaman, ini soal kewajiban kita sebagai muslimah.
Sahabatku fillah, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, sebuah hadits yang sangat menyentuh dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: "Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya." (HR. Bukhari & Muslim). Soal rumah tangga, soal anak-anak, kita ini manajer sekaligus direktur utamanya. Kalau kita lurus, rumah tangga kita jadi teduh. Kalau kita salah langkah, rumah tangga bisa jadi medan perang antarstandar televisi.
Jadi, bagaimana solusinya, Bu?
Pertama, bijak bermedia sosial. Gunakan HP untuk hal positif. Buat grup WA sharing resep masakan yang sehat, bukan gosip tetangga. Jadikan HP sebagai alat belajar agama, bukan tempat melampiaskan unek-unek yang bikin hati kotor.
Kedua, kelola keuangan dengan bijak. Ingat, apa yang kita miliki adalah titipan Allah. Jangan sampai kita mengejar dunia yang fana, lalu melupakan akhirat yang kekal. Berhemat, bersedekah, dan berdoa memohon rezeki yang halal dan berkah.
Ketiga, perkuat benteng moral kita dan keluarga. Kembali pada tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. Ajarkan anak-anak kita adab, akhlak mulia, dan rasa malu kepada Allah. Jadilah teladan yang baik, karena anak-anak lebih sering meniru daripada mendengar nasihat. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari rumah kita. Ajak suami dan anak-anak untuk lebih dekat dengan Allah.
Terakhir, mari kita bersangka baik. Sangkakan baik pada Allah, sangkakan baik pada sesama. Apapun tantangan ekonomi atau godaan dunia maya, Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar. Tingkatkan kualitas ibadah kita, pererat silaturahmi sesama mukmin.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kita, keluarga kita, dan seluruh ummat Islam dari segala fitnah dunia dan akhirat. Kita memohon kepada Allah agar diberikan hati yang senantiasa tenang, rezeki yang berkah, dan husnul khatimah.
Ya Allah, berikanlah kami kesehatan mental yang kokoh, ketahanan ekonomi yang cukup, dan moralitas yang tinggi. Jauhkanlah kami dari segala keburukan dan kerusakan. Jadikanlah kami wanita-wanita shalihah yang senantiasa mencintai-Mu dan Rasul-Mu. Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina 'adzabannar.
Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung hati. Semoga apa yang kita pelajari hari ini membawa rahmat dan keberkahan bagi kita semua.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ