اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian yang dimuliakan Allah. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya kita bisa berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Baginda Nabi Besar Muhammad ﷺ. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumul qiyamah kelak.
Kepada yang terhormat para sesepuh desa, tokoh agama, bapak kiai, para asatidz, dan tokoh masyarakat yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, namun tidak mengurangi rasa hormat saya. Terutama kepada Bapak Kepala Desa dan seluruh jajaran perangkat desa yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Serta yang saya cintai, seluruh warga masyarakat yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan ladang dan pekerjaan untuk menuntut ilmu.
Hadirin yang dirahmati Allah, hari ini kita akan membahas satu tema yang paling indah, yakni mencintai Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Cinta kepada Nabi bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan sebuah bentuk keimanan yang paling tinggi. Mengapa kita harus mencintai beliau? Karena beliaulah yang membawa kita keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam yang terang benderang.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 31 yang baru saja saya bacakan:
"Katakanlah (Muhammad): Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: 31).
Ayat ini adalah kunci, Bapak dan Ibu. Jika kita ingin dicintai Allah, jalan pintasnya adalah mencintai dan mengikuti jejak Nabi Muhammad ﷺ. Cinta itu harus ada buktinya. Nabi ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
Tentu kita bertanya, bagaimana cara mencintai beliau di masa sekarang? Pertama, dengan mempelajari sunnah-sunnah beliau. Di desa ini, jika kita menanam benih padi dengan cara yang salah, tentu hasilnya tidak maksimal. Begitu pula hidup, jika kita tidak mengikuti petunjuk Nabi, bagaimana kita akan memanen kebahagiaan di akhirat?
Kedua, memperbanyak shalawat. Shalawat adalah tiket kita untuk dekat dengan beliau. Ingatlah kisah seorang sahabat yang sangat mencintai Nabi. Ketika Nabi bertanya, "Engkau akan dikumpulkan bersama siapa yang engkau cintai," sahabat tersebut sangat berbahagia. Begitu pun kita, dengan memperbanyak shalawat, insya Allah kita akan dikumpulkan bersama beliau di surga nanti.
Hadirin yang saya muliakan, mari kita lihat bagaimana para sahabat mencintai beliau. Mereka rela mempertaruhkan nyawa untuk melindungi Nabi. Mereka menangis ketika Nabi sakit. Apakah kita sudah merasa sedih jika sunnah Nabi ditinggalkan? Apakah kita merasa rindu jika tidak membacakan shalawat kepadanya? Cinta itu ada pada pengorbanan. Jika kita mengaku mencintai Nabi, mari kita perbaiki shalat kita, karena shalat adalah amalan yang paling dicintai Nabi. Mari kita jaga akhlak kita, karena Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Ingatlah pesan Imam Al-Bushiri dalam Qasidah Burdah-nya:
Mari kita jadikan kehidupan kita di desa ini sebagai cerminan masyarakat yang mencintai Nabi. Jika ada tetangga yang kesulitan, bantu mereka, itulah akhlak Nabi. Jika ada yang berselisih, damaikan, itulah ajaran Nabi. Dengan menghidupkan akhlak beliau, berarti kita sedang mencintai beliau.
Sebagai penutup, mari kita simpulkan. Mencintai Nabi adalah bentuk tertinggi pengabdian kita. Bukti cinta itu ada tiga: pertama, mengikuti sunnahnya; kedua, memperbanyak shalawat; ketiga, meneladani akhlak mulianya dalam kehidupan sehari-hari.
Ya Allah, ya Tuhan kami, tanamkanlah di hati kami rasa cinta yang mendalam kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Jadikanlah kami umat yang istiqamah mengikuti jejak beliau, dan kumpulkanlah kami bersama beliau di surga-Mu yang mulia. Ampunilah dosa-dosa kami, orang tua kami, dan seluruh warga desa ini.
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaian saya. Semoga apa yang saya sampaikan menjadi manfaat dan pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan iman dan taqwa.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ