اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Yang terhormat para alim ulama, sesepuh desa, tokoh masyarakat, segenap jajaran perangkat desa, Bapak Shohibul Hajah yang kami muliakan, serta seluruh hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah SWT.
Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan untuk mendoakan putra dari Bapak dan Ibu yang sedang melaksanakan khitan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ, yang kita harapkan syafaatnya di yaumul qiyamah nanti.
Bapak, Ibu, dan saudara sekalian yang saya muliakan, hari ini kita hadir merayakan walimah khitan. Mungkin di antara kita ada yang bertanya, mengapa kita perlu mengadakan syukuran atau walimah untuk khitan? Dalam tradisi masyarakat kita, khitan bukan sekadar tindakan medis memotong bagian kulit kelamin, tetapi ini adalah simbol kedewasaan dan upaya pensucian diri bagi seorang laki-laki muslim.
Secara syariat, khitan adalah fitrah. Rasulullah ﷺ bersabda:
Mengapa disebut fitrah? Karena khitan adalah jalan untuk menjaga kebersihan. Seorang muslim yang bersih secara fisik akan lebih mudah beribadah kepada Allah. Apalagi bagi laki-laki, sisa air seni yang tertinggal di balik kulup dapat menghalangi kesempurnaan bersuci. Jika bersucinya tidak sempurna, maka shalatnya pun menjadi tidak sah. Maka, khitan hari ini kita rayakan karena putra kita tengah melangkah menuju pintu gerbang kedewasaan untuk menjaga kesucian ibadahnya kelak.
KH. Ahmad Dahlan pernah berpesan bahwa pendidikan karakter dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan dan kedisiplinan. Khitan adalah langkah pertama anak kita untuk mengerti tanggung jawab. Ketika anak dikhitan, ia mulai belajar menahan sakit, belajar disiplin menjaga luka, dan mulai sadar bahwa ia telah menjadi bagian dari kaum laki-laki yang punya kewajiban shalat berjamaah di masjid.
Ibu dan Bapak yang saya cintai, sebagai orang tua, tugas kita tidak berakhir hanya sampai anak kita dikhitan. Justru setelah khitan ini, tanggung jawab kita semakin besar. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud:
Jadikanlah momen khitan ini sebagai titik balik. Ajak mereka ke masjid, ajarkan mereka tata cara berwudhu yang benar, dan tanamkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Jangan sampai setelah biaya khitan dikeluarkan, setelah walimah dirayakan dengan meriah, anak kita justru meninggalkan shalat dan tidak mengenal agama. Kebahagiaan orang tua bukan terletak pada betapa ramai walimahnya, tetapi pada betapa taatnya anak yang dididiknya.
Maka, marilah kita berdoa untuk putra kita yang hari ini dikhitan. Semoga Allah menjadikannya anak yang shalih, yang berbakti kepada orang tua, yang ilmunya bermanfaat, dan menjadi pemimpin bagi keluarga serta masyarakatnya kelak. Semoga khitannya menjadi penyempurna fitrahnya, dan kelak ia tumbuh menjadi laki-laki yang kokoh imannya serta tangguh ibadahnya.
Sebagai penutup, mari kita renungkan bahwa walimah ini adalah bentuk syukur. Syukur itu akan menambah nikmat, sebagaimana janji Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7:
Terima kasih atas perhatian semua pihak. Saya mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian. Semoga pertemuan kita hari ini dicatat sebagai amal jariyah di sisi Allah SWT.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ