اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Terhenyak hati ini mendengarkan firman-Nya yang meresap ke relung jiwa, sebuah pertanyaan yang menggugat kesadaran: "Apakah sama, orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS. Az-Zumar: 9). Sungguh, sebuah jurang pemisah yang begitu dalam terbentang. Ketidaktahuan adalah kegelapan yang menyesatkan, sementara ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Berapa banyak di antara kita yang telah tersesat dalam labirin kebodohan, terjerumus dalam jurang kenistaan, hanya karena abai terhadap panggilan ilmu?
Sungguh, dunia ini adalah ujian, dan akhirat adalah pertanggungjawaban. Kemana arah langkah kita jika tidak dibimbing oleh cahaya ilmu? Tubuh ini dipinjamkan oleh Sang Pencipta, waktu terus berdetak menuju keabadian. Namun, apa yang telah kita siapkan? Tangan ini, yang seharusnya terangkat untuk beribadah, seringkali tergerak untuk maksiat. Kaki ini, yang seharusnya melangkah ke majelis ilmu, justru terayun ke lembah kelalaian. Hati ini, yang seharusnya berdenyut dalam cinta kepada Allah, kini bergemuruh dalam arus dunia yang fana.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Lihatlah betapa sayangnya Allah kepada kita. Dia menurunkan wahyu, mengutus para nabi dan rasul, hanya agar kita mengenal-Nya, agar kita meraih kebahagiaan sejati. Namun, seringkali kita menutup telinga dari seruan-Nya, menolak petunjuk-Nya. Kita lebih sibuk mengejar gemerlap dunia yang semu, lupa bahwa semua itu akan sirna. Jiwa ini merintih dalam kerinduan akan rahmat-Nya, namun akal ini terperangkap dalam ilusi kenikmatan sesaat.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Ta'ala berfirman, "Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan barangsiapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari." (HR. Bukhari dan Muslim). Subhanallah! Betapa besar cinta Allah kepada hamba-Nya yang bersegera mencari keridaan-Nya. Namun, adakah kita mau berlari menuju rahmat-Nya? Atau justru kita berlari menjauh, tenggelam dalam kesibukan dunia yang melenakan?
Hadirin yang berbahagia,
Bayangkan seorang musafir yang tersesat di padang pasir nan luas, digelayuti kehausan dan keputusasaan. Di kegelapan malam, ia melihat kerlip cahaya di kejauhan. Jika ia buta huruf, tak mampu membaca peta, tak tahu arah, maka cahaya itu bisa jadi membawanya pada jurang yang lebih dalam, atau justru penyesat. Namun, jika ia memiliki ilmu, ia tahu bahwa cahaya itu adalah harapan, adalah pertolongan. Begitulah diri kita di dunia ini. Tanpa ilmu, kita adalah musafir yang tersesat dalam padang kehidupan yang penuh cobaan. Kegelapan adalah kebodohan, dan cahaya ilmu adalah petunjuk menuju keselamatan.
Betapa pilu hati ini menyaksikan umat yang tercerai berai, dihinakan, hanya karena mereka terpisah dari ilmu. Mereka terjebak dalam kebodohan yang menyesatkan, mudah diperdaya oleh musuh-musuh Islam. Ketika kita lalai dari kewajiban menuntut ilmu, maka musuh akan mengambil alih. Ketika kita abai dari firman Allah dan sunnah Rasul-Nya, maka kebatilan akan berkuasa.
Ma'asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,
Mari kita renungkan kembali firman-Nya: "Dan sesungguhnya kelak Tuhanmu pasti akan memberimu (balasan), sehingga engkau akan merasa puas." (QS. Adh-Dhuha: 5). Ini janji Allah bagi orang-orang yang sabar, yang teguh di jalan-Nya, yang berjuang dijalan ilmu. Di akhirat kelak, mereka akan merasakan kepuasan yang tak terperi. Tapi adakah kepuasan yang bisa kita raih di dunia ini jika kita tetap dalam kebodohan?
Ya Allah... betapa hina diri ini, betapa lemah akal ini, betapa lalai hati ini. Ampuni kami, Ya Rabb. Seandainya kami memiliki sayap kebijaksanaan, niscaya kami akan terbang ke hadirat-Mu. Seandainya kami memiliki peta kebenaran, niscaya kami akan melangkah tanpa ragu. Namun, tanpa ilmu, kami hanya merangkak dalam kegelapan, terombang-ambing dalam lautan ketidaktahuan.
Berapa banyak waktu berharga yang telah terbuang sia-sia? Berapa banyak kesempatan berharga yang telah terlewat tanpa makna? Dosa-dosa itu menumpuk bagai gunung, meremukkan dada ini dalam penyesalan. Air mata ini mengalir, bukan hanya karena sedih, tapi karena rindu. Rindu pada kelembutan rahmat-Mu, rindu pada cahaya petunjuk-Mu, rindu pada kebebasan dari belenggu kebodohan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ