Logo Kangsantri AI

Angan panjang bahaya dunia akhirat

Khutbah Jumat
A
ABQ MEDIA
30 September 2026 4 menit baca 1 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالصَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, Dzat yang menggenggam setiap tarikan napas kita, Dzat yang menentukan ajal setiap jiwa tanpa sedetik pun dapat dimajukan atau diundurkan. Shalawat bertaut salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan alam, Baginda Nabi Agung Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sang pembawa lentera keselamatan, serta kepada keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang istiqamah hingga fajar kebangkitan tiba.

Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian: marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Janganlah sekali-kali kita melangkah keluar dari jalan ketundukan kepada-Nya, dan janganlah kita meninggalkan dunia yang fana ini melainkan dalam keadaan berserah diri memeluk keimanan dan keislaman.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman dalam ayat yang mulia tadi: Biarkanlah mereka makan dan bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan kosong, kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatan mereka.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ketahuilah, musuh terbesar yang hari ini melumpuhkan keimanan kita, racun ganas yang perlahan-lahan mematikan hati kaum Muslimin, bukanlah semata-mata kemiskinan atau kezhaliman manusia. Musuh yang paling dahsyat itu bersembunyi rapi di dalam dada kita sendiri. Ia adalah penyakit Thulul Amal—panjang angan-angan!

Panjang angan-angan adalah fatamorgana iblis yang membisikkan bahwa kematian masih sangat jauh. Ia menipu kita dengan ilusi bahwa usia kita masih panjang, bahwa taubat bisa ditunda besok, bahwa shalat khusyuk bisa dimulai minggu depan, bahwa hijrah dan ketaatan bisa dikerjakan ketika rambut telah memutih dan usia telah senja. Betapa banyak manusia yang tertipu dengan kalimat keramat setan: "Nanti saja! Nanti kalau sudah sukses, nanti kalau sudah puas menikmati dunia!"

Padahal, demi Allah yang nyawa kita berada di tangan-Nya, berapa juta manusia yang telah terbujur kaku di liang lahad yang gelap gulita, mereka kemarin masih tertawa terbahak-bahak merencanakan hari esok, namun kain kafan mereka sebenarnya telah ditenun sementara mereka tidak menyadarinya!

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pernah menggetarkan jiwa para sahabat dengan peringatannya yang sangat tajam:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ اثْنَتَانِ: اتِّبَاعُ الْهَوَى وَطُولُ الْأَمَلِ، فَأَمَّا اتِّبَاعُ الْهَوَى فَيَصُدُّ عَنِ الْحَقِّ، وَأَمَّا طُولُ الْأَمَلِ فَيُنْسِي الْآخِرَةَ

Sesungguhnya perkara yang paling aku takuti menimpa kalian adalah dua hal: mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa nafsu akan memalingkan seseorang dari kebenaran, sedangkan panjang angan-angan akan membuat seseorang lupa kepada akhirat!

Lihatlah betapa dahsyatnya kehancuran yang diakibatkan oleh panjang angan-angan! Saat seseorang merasa hidupnya masih lama, ia meremehkan dosa-dosa kecil, ia menunda air mata taubat, ia menumpuk maksiat, dan ia mengeraskan hatinya dari getaran peringatan Al-Qur'an. Ia lupa bahwa tanah pekuburan tidak pernah memandang umur. Tanah kubur tidak hanya menelan orang-orang tua yang renta, tetapi telah ribuan kali merengkuh pemuda-pemuda yang perkasa, anak-anak yang ceria, dan orang-orang sehat yang sama sekali tidak pernah menyangka bahwa hari itu adalah helaan napas terakhirnya di muka bumi!

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda melalui lisan sahabat yang mulia, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma:

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Jika engkau berada di sore hari, janganlah engkau menunggu datangnya pagi. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah engkau menunggu datangnya sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan manfaatkanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dengarkanlah panggilan ini! Bangunlah dari tidur panjang kelalaian! Sampai kapan kita hendak menunda sujud kita kepada Allah? Sampai kapan kita biarkan mata ini kering dari tangisan penyesalan? Apakah kita menunggu malaikat maut mencabut nyawa kita saat kita sedang asyik bermaksiat? Apakah kita baru akan berteriak memohon kembali ke dunia saat tubuh kita telah ditimbun tanah dan ditinggalkan sendirian oleh keluarga tercinta?

Demi Allah, hari ini adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab, sedangkan esok di akhirat adalah masa hisab tanpa ada lagi kesempatan untuk beramal. Hancurkanlah belenggu panjang angan-angan itu detik ini juga! Jadikan shalat Jumat ini sebagai titik balik hijrah kita, bersihkan hati dengan taubat nasuha, basahi lisan dengan istighfar, dan jadikan setiap detik sisa hidup kita sebagai bekal menuju perjumpaan yang abadi dengan Allah Yang Maha Penyayang.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →