اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Kita berada di ambang atau telah memasuki bulan yang mulia, bulan Muharram. Bulan yang sarat makna, bulan yang menjadi penanda hijrahnya junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dari Mekkah al-Mukarramah menuju Madinah al-Munawwarah. Momen hijrah ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah lompatan ruhani, sebuah transformasi total dalam kehidupan seorang mukmin.
Tentang hakikat waktu dan bagaimana kita menyikapinya, Al-Ghawts Al-A'dham Syaikh Ibn Athaillah Al-Iskandari dalam kitab Al-Hikam-nya, memberikan kepada kita sebuah mutiara hikmah yang begitu tajam dan menggugah kesadaran. Beliau berkata: "Barangsiapa yang menyadari betapa singkatnya waktu perjalanan hidupnya, niscaya ia akan lebih berhati-hati dalam setiap langkahnya."
Mari kita renungkan sejenak, Saudara-saudaraku. Berapa banyak detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun yang telah berlalu dari usia kita? Adakah kita menghitungnya? Adakah kita mengukur sejauh mana ia telah membawa kita dekat kepada Allah, atau justru menjauhkan kita dari rahmat-Nya? Bulan Muharram ini, hadir sebagai pengingat, sebagai jeda ilahiah, untuk kita sejenak berhenti dan merenungi perjalan hidup kita.
Diriwayatkan dari Sayyidina Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, bahwa beliau pernah berkata, "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang." Muharram adalah undangan untuk melakukan hisab agung ini. Bukan hisab yang kering dan matematis, melainkan hisab yang penuh perenungan, yang memunculkan rasa takut kepada Allah (khauf) sekaligus harapan akan ampunan-Nya (raja').
Perhatikanlah, betapa waktu terus berjalan, tak pernah berhenti, tak pernah menunggu siapapun. Bak anak panah yang terlepas dari busurnya, demikianlah waktu melesat pergi. Setiap detik yang terlewat adalah kesempatan yang hilang, setiap kesempatan yang disia-siakan adalah kerugian yang tak terperikan. Ibn Athaillah mengingatkan kita bahwa kesadaran akan singkatnya usia adalah kunci untuk menjadi insan yang lebih waspada, lebih berhati-hati dalam menggunakan setiap hembusan nafas.
Apakah kita telah menggunakan waktu ini untuk kebaikan? Apakah bibir kita senantiasa basah dengan dzikrullah? Apakah hati kita dipenuhi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya? Apakah tangan kita terulur untuk membantu sesama? Atau justru kita tenggelam dalam lautan kelalaian, terbuai dalam buaian dunia yang fana ini, melupakan tujuan hakiki penciptaan kita?
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Karim:
Inilah bekal terbaik yang bisa kita bawa. Takwa kepada Allah. Dan untuk mencapai takwa, kita perlu menyadari betapa berharganya setiap detik waktu yang telah Allah anugerahkan. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, ketika waktu telah habis, kesempatan telah sirna, dan penyesalan tak lagi berguna.
Teringat sebuah kisah metafora dari para salafus shalih. Mereka menggambarkan kehidupan dunia ini seperti berada di atas sebuah kapal yang berlayar di lautan luas. Malam gelap gulita, nakhoda tertidur pulas, sementara kapal terus melaju tanpa arah. Lalu datanglah seorang penumpang yang terbangun dan berkata kepada yang lain, "Bangunlah! Kita harus berlayar dengan penuh kewaspadaan, karena di depan sana ada ombak besar yang siap menenggelamkan kita, atau justru ada pelabuhan yang penuh kedamaian!"
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Bulan Muharram adalah seruan Ilahi untuk bangun, untuk sadar, untuk kembali berlayar dengan penuh kewaspadaan di lautan kehidupan yang terbentang luas ini. Mari kita jadikan setiap momen dalam bulan yang mulia ini sebagai bekal spiritual yang berharga. Mari kita perbaiki diri, kita bersihkan hati, kita tingkatkan ibadah, dan kita perbanyak amal shaleh.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ