اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Hadirin sidang Jumat yang berbahagia,
Di tengah hiruk pikuk dunia yang terus berputar, di antara gemuruh ambisi yang menari-nari di benak kita, dan di bawah naungan langit yang sama di mana setiap detik membawa anugerah tersembunyi dan ujian tak terduga, pernahkah hati kita terdiam sejenak? Pernahkah jiwa kita merindukan sebuah mata air jernih yang tak pernah kering, sebuah pelukan kasih yang tak pernah pudar, sebuah petunjuk terang yang tak pernah padam?
Saksikanlah, duhai saudara saudariku seiman. Kehidupan ini laksana lautan luas, penuh dengan ombak cobaan dan badai godaan. Kita terombang-ambing, terkadang tenggelam dalam lumpur dosa, terkadang tergelincir dalam jurang kelalaian. Namun, Allah Yang Maha Pengasih telah memberikan kita sebuah lentera, sebuah kompas abadi, sebuah pelipur lara yang takkan pernah mengecewakan. Dialah Al-Qur'an, kalamullah, firman Sang Pencipta yang turun sebagai rahmat bagi semesta alam.
Mencintai Al-Qur'an bukanlah sekadar membaca lafaznya semata, bukan pula sekadar menghafal ayat-ayatnya tanpa memahami maknanya. Mencintai Al-Qur'an adalah meresapi setiap hurufnya, menyelami setiap maknanya, dan menjadikan setiap ajarannya sebagai lentera yang menerangi setiap langkah kehidupan kita. Ia adalah cahaya yang menembus kegelapan hati, penawar segala resah, dan guru terbaik bagi kalbu yang haus akan kebenaran.
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Karim:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan apabila Al-Qur'an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A'raf: 204)
Perhatikanlah seruan ini, wahai jiwa-jiwa yang merindu rahmat ilahi. Dengarkan dengan seksama, bukan hanya telinga fisik, tetapi seluruh raga dan kalbu kita. Resapi setiap untaian kata yang terucap, biarkan ia meresap sedalam-dalamnya hingga membentuk getaran rindu di sanubari. Rahmat Allah akan turun berlimpah bagi mereka yang khusyuk mendengarkan kalam-Nya.
Bagaimana mungkin hati kita tidak mencintai sesuatu yang menjadi sumber ketenangan jiwa? Bagaimana mungkin kita tidak merindukan sesuatu yang menjadi petunjuk arah saat kita tersesat? Al-Qur'an adalah taman bagi para pencinta Allah. Di dalamnya, kita menemukan kisah-kisah para nabi, pelajaran dari para sahabat, dan ayat-ayat yang membangkitkan semangat keimanan.
Pernahkah terlintas dalam benak kita, betapa indahnya seandainya setiap malam, setiap pagi, setiap hembusan nafas kita dipenuhi dengan keindahan firman-Nya? Betapa beruntungnya hamba yang menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat sejati, yang senantiasa ia lantunkan, ia tadabburi, ia amalkan dalam setiap lini kehidupannya. Ia menjadi benteng kokoh dari segala marabahaya dunia dan akhirat.
Namun, acapkali kita terjebak dalam fatamorgana dunia. Kita sibuk mengejar harta, pangkat, dan kesenangan sesaat, hingga melupakan sumber kebahagiaan hakiki yang terbentang di hadapan kita. Kita membaca Al-Qur'an hanya di saat-saat sulit, di saat hati dilanda duka, seolah ia hanya obat penawar luka, bukan makanan jiwa yang harus dikonsumsi setiap saat.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita muhasabah diri. Seberapa sering kita membuka mushaf kita hari ini? Seberapa dalam kita merenungi makna setiap ayat yang kita baca? Apakah kita telah menempatkan Al-Qur'an pada posisi sejatinya, sebagai pemimpin kehidupan kita, sebagai penyejuk mata, penenang hati?
Ingatlah, wahai diri, wahai hadirin sekalian, kelak di hari kiamat, Al-Qur'an akan datang memberi syafa'at bagi pembacanya. Ia akan menjadi saksi yang membela kita, bukan melawan kita, jika kita telah berusaha mengamalkannya. Bukankah ini sebuah janji yang tak ternilai harganya?
Kita tidak perlu mencari perhiasan dunia yang fana, sebab kemuliaan sejati telah terukir dalam setiap ayat Al-Qur'an. Kita tidak perlu mencari penawar segala derita, sebab kalamullah adalah obat paling mujarab.
Wahai hati yang sedang merana, marilah kita kembali kepada Al-Qur'an. Wahai jiwa yang tersesat, marilah kita mencari petunjuk dalam lembaran-lembaran sucinya. Jangan biarkan ia hanya menjadi pajangan, jangan biarkan ia hanya disematkan di dinding, namun jadikan ia denyut nadi kehidupan kita.
Mari kita mulai dari hal yang terkecil. Sedikit demi sedikit, ayat demi ayat. Dengan hati yang tulus, dengan niat yang ikhlas, dengan harapan meraih ridha Allah semata.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ