Logo Kangsantri AI

Ingat Mati, Bekal Akhirat

Khutbah Jumat
A
ABDUL RACHMAN, S.H.I
16 Agustus 2026 3 menit baca 28 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa itu ibarat kita sedang memakai baju baru yang mahal di tengah jalan yang becek; kita akan sangat hati-hati melangkah supaya tidak kena cipratan dosa. Jangan sampai kita merasa sudah jadi ahli surga, padahal bangun subuh saja masih harus bertengkar dulu dengan alarm HP yang sudah di-snooze sampai lima kali.

Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Hari ini, mari kita bicara tentang sebuah kenyataan yang paling jujur namun paling sering kita hindari: Kematian. Lucunya kita ini, kalau ditanya "Mau ke surga?", semua angkat tangan dengan semangat. Tapi kalau ditanya "Siapa yang mau menyusul ke surga duluan?", tiba-tiba satu masjid jadi hening, seolah-olah ada malaikat Izrail sedang absen di depan pintu.

Kita ini memang makhluk yang penuh paradoks. Kita rajin "check-out" belanjaan di aplikasi online, kita teliti melihat diskon, tapi kita sering lupa kalau nyawa kita pun punya masa "expired" yang tidak bisa diperpanjang meski pakai akun premium. Kita sibuk merenovasi rumah agar megah, mengecat dindingnya dengan warna paling mahal, padahal nanti rumah masa depan kita hanyalah sepetak tanah berukuran satu kali dua meter, tanpa AC, tanpa Wifi, dan tanpa tetangga yang bisa diajak gosip.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Bayangkan, banyak dari kita yang begitu panik kalau baterai HP sudah tinggal satu persen dan tidak bawa charger. Bingung luar biasa, cari colokan sana-sini. Tapi anehnya, kita santai saja saat "baterai" amal kita sudah di titik merah, padahal kabel koneksi kita kepada Allah sedang putus-nyambung. Kita lebih takut ketinggalan berita viral daripada ketinggalan waktu shalat. Padahal, saat di dalam kubur nanti, Malaikat Munkar dan Nakir tidak akan bertanya, "Apa tren TikTok terbaru?" atau "Berapa followers Instagram-mu?".

Pertanyaan mereka sangat klasik, sangat mendasar, tapi jawabannya tidak bisa di-googling. Jawabannya hanya bisa keluar dari lisan orang-orang yang selama hidupnya tidak hanya sibuk memoles wajah di depan cermin, tapi juga memoles hati di depan Sang Pencipta. Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

Artinya: Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan (kematian).

Jamaah sekalian yang berbahagia,

Lucu juga kalau dipikir-pikir, kita ini sangat menjaga kesehatan agar awet muda. Pakai skincare berlapis-lapis, olahraga sampai berkeringat, minum vitamin ini dan itu. Tentu itu baik. Tapi ingat, malaikat maut tidak butuh pasfoto terbaru kita. Mau wajah kita kencang atau keriput, kalau sudah waktunya "pulang", tidak ada negosiasi. Izrail tidak akan berkata, "Oh, tunggu sebentar, maskernya belum kering, ya?". Tidak ada. Begitu "kontrak" selesai, selesai sudah.

Maka, marilah kita tertawakan kegilaan kita selama ini yang terlalu mencintai dunia yang sebentar lagi akan kita tinggalkan. Dunia ini ibarat bayangan; dikejar lari, ditinggal dia mengikuti. Jangan sampai kita seperti orang yang sibuk mengepak koper untuk liburan panjang, tapi lupa membawa paspor dan tiketnya. Tiket kita adalah iman, dan paspor kita adalah amal shaleh.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Sebelum kita benar-benar "pindah alamat" ke pemakaman, mari kita perbaiki hubungan kita dengan Allah. Mumpung nafas masih gratis, mumpung jantung masih berdetak tanpa perlu biaya langganan. Mari kita bersiap-siap. Jangan sampai saat malaikat maut datang menjemput, kita hanya bisa bilang, "Aduh, maaf, saya lagi sibuk, bisa datang besok?". Karena di hadapan kematian, kita semua adalah "pemain cadangan" yang siap dipanggil kapan saja ke lapangan akhirat.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah agar tidak hanya pintar mencari nafkah, tapi juga pintar mencari "sangu" untuk pulang ke haribaan-Nya dalam keadaan Husnul Khatimah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →