اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.
Hadirin sidang Jumat yang mulia,
Marilah kita renungkan sejenak keagungan hari ini. Hari Jumat! Hari yang dianugerahi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, hari yang menjadi penutup minggu kita, hari yang disucikan dalam kalender Islam. Sungguh, setiap detik yang kita lewati di hari yang penuh kemuliaan ini adalah nikmat yang luar biasa. Mampukah hati kita menangkap sinyal-sinyal kebaikan yang dipancarkan oleh hari Jumat ini? Mampukah jiwa kita meresapi keberkahannya hingga bergetar dalam ketakjuban dan rasa syukur?
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an yang mulia:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
(Surat Al-Jumu'ah ayat 9)
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
Lihatlah! Seruan Allah begitu tegas memerintahkan kita untuk bersegera menuju zikrullah, menuju rumah-Nya, meninggalkan kesibukan duniawi seketika. Ini bukan sekadar perintah, ini adalah panggilan cinta dari Sang Pencipta, tawaran sebuah pertemuan yang penuh berkah. Bayangkan, ketika kekasih memanggil, bukankah hati segera merespon dengan penuh kerinduan dan kecepatan? Maka, begitulah seharusnya respons kita terhadap panggilan Allah di hari Jumat ini.
Betapa melimpahnya rahmat yang Allah curahkan di hari Jumat. Pada hari ini, amal-amal kita dipersembahkan. Coba renungkan, bagaimana perasaan kita jika pekerjaan kita dipersembahkan kepada seorang raja yang adil dan bijaksana? Tentu kita akan berusaha memberikan yang terbaik, bukan? Begitulah, hari Jumat adalah kesempatan kita untuk mempersembahkan amal terbaik kita kepada Allah Azza wa Jalla.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Shalat Jum'at adalah hajinya orang-orang miskin."
Ini bukan berarti orang kaya tidak diwajibkan, tetapi ini menekankan betapa besarnya pahala dan keutamaan shalat Jumat, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki apa-apa di dunia. Ia adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah, meraih ampunan-Nya, dan mendapatkan kemuliaan yang tak terhingga.
Namun, seringkali kita abai. Pintu masjid kita sepi di hari Jumat, tatkala layar gawai lebih menarik perhatian, desakan urusan duniawi terasa lebih mendesak. Kita tenggelam dalam hiruk pikuk kehidupan, melupakan momen suci yang mestinya menjadi penyejuk jiwa dan pengisi bekal akhirat. Apakah kita tidak menangis melihat diri kita terjebak dalam kelalaian ini? Apakah kita tidak merasa gentar ketika hari kiamat semakin dekat, sementara amal kita di hari Jumat terasa begitu sedikit?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Bayangkanlah sebuah peluang emas yang datang di depan mata, sebuah kesempatan untuk mendapatkan harta karun yang tak ternilai harganya. Akankah kita membiarkannya berlalu begitu saja? Akankah kita berbalik dan kembali ke kesibukan kita yang fana ini? Hari Jumat adalah peluang emas kita untuk meraih cinta Allah, meraih ampunan-Nya yang luas, dan meraih surga-Nya yang abadi.
Ingatlah firman Allah:
إِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
(Surat Ar-Ra'd ayat 11)
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka."
Maka, marilah di hari Jumat yang mulia ini, kita perbaharui tekad kita. Mari kita singkirkan segala penundaan dan kemalasan. Mari kita sambut panggilan Allah dengan hati yang penuh kerinduan, hati yang bergetar dalam rasa cinta dan pengagungan. Jadikan momen Jumat ini sebagai titik balik dalam kehidupan kita. Bukalah telinga hati untuk mendengar dzikir, bukalah mata hati untuk memandang keagungan-Nya, dan bukalah tangan hati untuk memohon rahmat dan ampunan-Nya.
Bertaubatlah dengan sungguh-sungguh. Ratapi setiap kelalaian yang telah kita lakukan. Mohonlah ampunan kepada Allah, karena Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Renungkanlah betapa beruntungnya kita masih diberi kesempatan untuk merasakan atmosfer hari Jumat ini. Jangan sampai kesempatan ini terbuang sia-sia.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ