Logo Kangsantri AI

Keutamaan Hari Asyura

Khutbah Jumat
A
Achmad Jailani
25 Juni 2026 3 menit baca 48 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.

Kaum Muslimin, sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Di hadapan kita kini terbentang sebuah waktu yang sarat makna, sebuah lembaran sejarah yang membisikkan pelajaran berharga. Kalender Hijriyah mengingatkan kita akan datangnya bulan Muharram, bulan yang di dalamnya terdapat hari yang mulia, hari Asyura. Hari yang tak sekadar tanggal dalam hitungan tahun, namun tazkirah (pengingat) agung bagi kita akan kebesaran Allah, akan janji dan pertolongan-Nya, serta firman-firman-Nya yang tak pernah ingkar.

Asyura, pada hakikatnya, adalah momen untuk merenung. Renungan tentang betapa Allah pernah menyelamatkan Nabi Nuh beserta seluruh umatnya dari badai dahsyat, mengukuhkan kapal mereka di puncak bukit. Renungan tentang bagaimana Allah membebaskan Nabi Ibrahim dari kobaran api yang membakar. Dan yang paling membekas dalam ingatan kita, adalah bagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kejaran Fir'aun yang bengis, membelah lautan menjadi jalan setapak.

"Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Musa al-Kitab (Taurat), janganlah kamu ragu-ragu tentang pertemuan dengan dia (di hari Kiamat) dan telah Kami jadikan Al-Qur'an itu petunjuk bagi Bani Israil." (QS. As-Sajdah: 23)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hari Asyura juga sarat dengan peringatan. Peringatan akan kisah tragis cucu kesayangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, Sayyidina Hasan dan Husein radhiyallahu 'anhuma, yang terenggut nyawanya di padang Karbala. Suatu musibah yang akan selalu menghantui nurani setiap mukmin, mengajarkan kita tentang kesabaran dalam menghadapi ujian terberat dan keteguhan dalam mempertahankan kebenaran, meskipun harus berhadapan dengan penderitaan yang luar biasa.

Mari kita renungi, saat kita bicara tentang Asyura, kita tidak hanya bicara tentang tanggal. Kita bicara tentang iman yang tak goyah. Kita bicara tentang tawakkal yang teguh. Kita bicara tentang keteguhan hati ketika dunia terasa begitu gelap. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya:

"Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya." (QS. Ath-Thalaq: 2)

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah,

Di hari yang penuh berkah ini, marilah kita jadikan momentum untuk berintrospeksi diri. Apakah kita sudah benar-benar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan? Apakah kita sudah benar-benar bertawakal kepada-Nya di setiap lini kehidupan? Apakah keimanan kita sudah cukup kuat untuk menghalau badai keraguan dan godaan duniawi?

Sungguh, setiap detik yang berlalu adalah amanah. Setiap kesulitan adalah ujian. Dan setiap kebahagiaan adalah ujian lain. Di hari Asyura ini, kita diajak untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Dengan memperbanyak amalan saleh, dengan memohon ampun atas segala khilaf, dan dengan menata kembali niat agar senantiasa lurus menghadap ridha Allah. Jangan biarkan hati kita tertutup oleh kelalaian, atau tergerus oleh kesibukan dunia yang fana. Ingatlah, bahwa setiap perbuatan, sekecil apapun, akan diperhitungkan.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian,

Terpejamkan mata sejenak... Bayangkanlah diri kita berdiri di hadapan Allah Ta'ala kelak. Tanpa pembela, tanpa penolong, kecuali amal perbuatan kita sendiri. Apakah hati kita akan dipenuhi harap atau justru diliputi takut? Mari, sebelum terlambat, kita raih kesempatan ini. Manfaatkan setiap detik untuk kebaikan. Limpahkan kasih sayang pada sesama, perbaiki hubungan dengan keluarga, dan tingkatkan ibadah kita.

Ya Allah, jadikanlah bulan Muharram, dan khususnya hari Asyura ini, sebagai awal dari perubahan yang lebih baik bagi kami. Ampuni segala dosa dan khilaf kami. Jadikan hati kami senantiasa rindu untuk beribadah kepada-Mu, dan kokoh dalam keimanan hingga akhir hayat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →