Logo Kangsantri AI

Maulid: Berkah Cinta Sang Nabi

Khutbah Jumat
M
Mochammad jidan
22 Agustus 2026 3 menit baca 19 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang hari ini masih mengizinkan napas kita berhembus di dalam bulan yang penuh cahaya, bulan Rabi'ul Awwal. Bulan di mana alam semesta bersukacita, langit merunduk penuh hormat, dan bumi memancarkan keberkahan karena di bulan inilah, kekasih teragung kita, Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan ke dunia.

Namun, di tengah gema selawat yang kita lantunkan, mari sejenak kita bertanya pada nurani yang terdalam: Sudahkah hati ini benar-benar mencintainya? Ataukah selawat kita hanya sekadar gerak bibir yang kering, sementara hati kita masih jauh dari sunnahnya?

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Bulan Maulid adalah bulan kerinduan. Namun, adakah kita merasakan perihnya kerinduan itu? Mari kita bayangkan sebuah saat, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menangis di hadapan para sahabatnya. Beliau berkata dengan suara yang bergetar penuh cinta:

إِنِّي اشْتَقْتُ لِإِخْوَانِي

"Sungguh, aku sangat merindukan saudara-saudaraku."

Para sahabat bertanya, "Bukankah kami ini saudaramu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kalian adalah sahabatku. Saudaraku adalah mereka yang beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku."

Duhai Allah... Rasulullah merindukan kita ribuan tahun yang lalu. Beliau menangis untuk kita, orang-orang yang belum pernah bertemu dengannya namun mengaku sebagai umatnya. Beliau menyebut kita "saudaraku" dengan penuh kelembutan. Namun, di manakah kita saat ini? Apakah kita merindukannya dengan tangisan yang sama? Ataukah kita justru lebih sering menangis karena urusan dunia yang fana, menangis karena kehilangan harta, namun tak pernah setetes pun air mata jatuh karena jauhnya kita dari akhlak sang Nabi?

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Betapa sering kita melupakan bahwa setiap tetes keringat dan darah yang beliau curahkan adalah demi kita. Ingatlah saat beliau dihina dan dilempari batu di Thaif hingga sandalnya basah oleh darah. Saat malaikat menawarkan untuk menghancurkan penduduk kota itu, beliau justru berdoa dengan kasih sayang yang tak bertepi. Beliau tidak mendendam. Beliau memikirkan keselamatan kita, umatnya, hingga ke akhir zaman.

Bahkan di detik-detik terakhir hembusan napasnya, saat maut menjemput dan rasa sakit sakaratul maut menghampiri, bibirnya yang mulia tidak memanggil nama keluarganya, tidak pula menyebut dunianya. Beliau berbisik dengan sisa tenaga yang ada:

أُمَّتِي أُمَّتِي

"Umatku... umatku..."

Rasulullah sangat mencintai kita, namun betapa beraninya kita membalas cinta itu dengan kemaksiatan. Kita mengaku mencintainya, tapi kita membiarkan sunnah-sunnahnya mati di rumah-rumah kita. Kita mengaku merindukannya, tapi kita tidak mengenal sejarah perjuangannya. Betapa malunya kita kelak, jika di padang Mahsyar yang terik, kita berlari mendekatinya untuk meminta syafaat, namun beliau berpaling karena tidak mengenali wajah kita yang telah tertutup oleh debu-debu dosa dan keangkuhan.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Di bulan Maulid ini, mari kita ketuk pintu taubat. Mari kita hiasi hari-hari kita dengan selawat yang lahir dari kedalaman luka dan penyesalan. Mintalah kepada Allah agar hati yang keras ini dilembutkan untuk bisa mencintai Nabi lebih dari segalanya. Jangan biarkan bulan mulia ini berlalu begitu saja tanpa ada perubahan dalam ibadah kita.

Bayangkanlah, jika hari ini adalah hari terakhir kita di dunia, dan kita berdiri di hadapan beliau. Apa yang akan kita katakan? Akankah kita mampu menatap wajahnya yang bercahaya itu dengan mata yang penuh dosa ini? Mari kita kembali ke jalan-Nya. Mari kita jadikan momentum kelahiran beliau sebagai kelahiran kembali jiwa kita yang telah lama mati oleh kelalaian.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →