اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:
قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللّٰهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ
"Rasul-rasul mereka berkata: Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?" (QS. Ibrahim: 10)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat yang telah menciptakan alam semesta ini dengan begitu sempurna, detail, dan penuh keteraturan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, pembawa lentera petunjuk yang membimbing hati manusia dari gelapnya keraguan menuju terangnya cahaya iman.
Selaku khatib, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada segenap jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa; menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segenap larangan-Nya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Di era serba modern dan canggih ini, kita sering menyaksikan fenomena logika yang cukup menggelitik tawa, namun sesungguhnya sangat menyedihkan. Ada sebagian orang yang ketika pulang dari masjid mendapati sandal jepitnya hilang sebelah, logikanya langsung menyala tajam dan ia berkata dengan penuh keyakinan: "Pasti ada yang mengambil! Tidak mungkin sandal jepit ini bisa berjalan sendiri ke luar gerbang!"
Tetapi anehnya, orang yang sama, ketika menatap langit yang membentang tanpa tiang penyangga, melihat milyaran galaksi yang berputar rapi tanpa pernah bertubrukan, serta memandang keajaiban tubuhnya sendiri yang tersusun dari triliunan sel, tiba-tiba bergaya sok filsuf di media sosial lalu menulis status: "Alam semesta ini terjadi secara kebetulan belaka, tidak ada Penciptanya."
Sungguh menggelikan! Untuk urusan sandal jepit seharga lima belas ribu rupiah, akalnya menolak mentah-mentah konsep 'terjadi secara kebetulan'. Namun untuk urusan jagat raya yang mahaluas dan super presisi ini, akalnya mendadak amnesia dan menolak adanya Sang Maha Pencipta.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Keraguan tentang keberadaan Tuhan sejatinya bukanlah hal yang baru. Dahulu di masa tabi'in, Imam Abu Hanifah rahimahullah pernah ditantang oleh sekelompok orang ateis yang meragukan adanya Allah. Imam Abu Hanifah sengaja datang terlambat pada majelis perdebatan tersebut. Ketika ditanya mengapa beliau terlambat, Imam Abu Hanifah menjawab dengan santai:
"Tadi di tepi sungai, aku terkesima melihat sebatang pohon yang tiba-tiba menebang dirinya sendiri, lalu membelah diri menjadi papan-papan kayu, merakit dirinya sendiri menjadi sebuah perahu yang indah, memuat barang dagangan sendiri, lalu berlayar menyeberangi arus sungai yang deras tanpa ada nakhoda yang mengemudikannya!"
Mendengar cerita itu, orang-orang ateis tertawa terbahak-bahak dan mengejek, "Wahai Abu Hanifah, engkau ini sudah hilang akal! Mana mungkin sebuah perahu kayu bisa tercipta dan berlayar sendiri tanpa ada pembuat dan nakhoda?!"
Maka dengan tenang dan tersenyum, Imam Abu Hanifah membalas: "Jika akal sehat kalian menolak mentah-mentah sebuah perahu kayu kecil berjalan tanpa nakhoda, lalu bagaimana mungkin akal kalian bisa menerima bahwa matahari, bulan, lautan, bumi, dan seluruh tata surya yang maha dahsyat ini bisa berputar dengan tertib tanpa ada Allah yang mengaturnya?"
Seketika itu juga mereka terdiam seribu bahasa, terpukul oleh logika sederhana yang menghancurkan kesombongan akal mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ
"Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul sesuatu pun, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?" (QS. At-Tur: 35)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Seringkali keraguan tentang Tuhan itu bukan muncul karena kurangnya bukti, melainkan karena kesombongan hati dan bisikan setan yang mencari pembenaran untuk bebas dari aturan agama. Merasa diri paling intelektual hanya karena membaca beberapa kutipan di dunia maya pada jam dua malam, lalu mulai sok mempertanyakan takdir Allah, padahal saat kuota internetnya habis atau gigi gerahamnya sakit sedikit saja, ia sudah bingung dan tak berdaya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengingatkan kita perihal perangkap bisikan ini:
يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولَ مَنْ خَلَقَ كَذَا مَنْ خَلَقَ كَذَا حَتَّى يَقُولَ مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ
"Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian lalu bertanya, 'Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?' hingga akhirnya ia bertanya, 'Lalu siapa yang menciptakan Tuhanmu?' Jika bisikan itu telah sampai kepadanya, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dan menghentikan pikiran tersebut." (HR. Al-Bukhari)
Ma'asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,
Tataplah diri kita masing-masing. Setiap tarikan nafas kita adalah anugerah gratis dari Allah yang tak ternilai harganya. Jantung kita terus berdetak puluhan ribu kali sehari tanpa kita sewa mesinnya, darah kita mengalir lancar mengantarkan kehidupan ke setiap jengkal raga kita. Betapa naif dan angkuhnya manusia, menikmati fasilitas dari Allah sepanjang hayat, namun masih menaruh ragu kepada Sang Maha Pemberi.
Ingatlah, umur kita terus berkurang setiap detiknya. Kelak, ketika ajal telah menjemput dan jasad kita terbujur kaku di ruang sempit liang kubur, tidak ada lagi teori-teori filsafat yang dapat membela kita. Hanya iman yang murni, keyakinan yang kokoh kepada Allah, dan amal saleh yang tulus yang akan menyelamatkan kita dari pedihnya siksa kubur dan dahsyatnya hari penghisaban.
Marilah kita bersimpuh, meruntuhkan keangkuhan pikiran kita, memohon ampunan atas segala lintasan ragu dan kelalaian hati kita, serta memohon agar Allah senantiasa meneguhkan akidah kita hingga akhir hayat.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ