اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah mengutus sebaik-baik ciptaan sebagai pelita dalam kegelapan. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, sang pembawa risalah kesempurnaan akhlak.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, sebuah ketakwaan yang bukan sekadar di lisan, namun meresap hingga ke sanubari dan tercermin dalam setiap helaan napas serta gerak langkah kita. Sesungguhnya, Allah telah memberikan kita teladan terbaik pada diri Rasulullah SAW. Beliau bukan sekadar figur sejarah, melainkan prototipe manusia sempurna yang dibekali dengan empat sifat utama: Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. Keempat sifat ini bukan hanya untuk dikagumi, melainkan untuk kita bumi-kan dalam kehidupan sehari-hari jika kita mendambakan kemuliaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Sifat pertama adalah Siddiq, yang berarti benar atau jujur. Dalam dunia yang kian dipenuhi dengan tipu daya dan kepalsuan, kejujuran menjadi barang yang sangat mewah. Siddiq adalah kesesuaian antara apa yang ada di dalam hati, apa yang diucapkan oleh lisan, dan apa yang diperbuat oleh anggota badan. Seorang mukmin yang memiliki sifat Siddiq tidak akan pernah berkhianat pada hati nuraninya. Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Sifat kedua adalah Amanah, yang berarti terpercaya. Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya. Jabatan kita adalah amanah, harta kita adalah amanah, bahkan anak dan istri kita adalah amanah dari Allah SWT. Rasulullah SAW dikenal sebagai Al-Amin jauh sebelum beliau diangkat menjadi Rasul. Beliau menjaga integritasnya meski di tengah masyarakat yang jahiliyah. Mari kita bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita menjaga amanah Allah? Ataukah kita justru sering melalaikannya demi kepentingan sesaat? Ingatlah, kehancuran suatu bangsa bermula ketika amanah telah disia-siakan.
Sifat ketiga adalah Tabligh, yang berarti menyampaikan. Sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW, kita memikul beban moral untuk menyampaikan kebenaran. Tabligh bukan berarti kita harus selalu berdiri di atas mimbar. Tabligh adalah keberanian untuk menegakkan keadilan dan menyampaikan kebaikan meskipun itu pahit. Setiap kebaikan yang kita tahu adalah titipan yang harus disampaikan kepada orang lain. Jadilah cahaya bagi lingkungan sekitar kita, ajaklah manusia menuju jalan Allah dengan hikmah dan tutur kata yang baik.
Sifat keempat adalah Fathanah, yang berarti cerdas dan bijaksana. Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat cerdas dalam mengambil keputusan, piawai dalam berdiplomasi, dan visioner dalam membangun peradaban. Islam tidak menginginkan umatnya menjadi umat yang lemah secara intelektual. Kita dituntut untuk cerdas dalam membaca tanda-tanda zaman, cerdas dalam membedakan mana yang hak dan yang batil, serta cerdas dalam mengelola emosi dan spiritualitas kita. Fathanah adalah kecerdasan yang dibimbing oleh wahyu, bukan kecerdasan yang digunakan untuk membodohi sesama.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...
Di tengah hiruk pikuk dunia yang seringkali melalaikan kita, marilah kita sejenak merenung. Sudahkah sifat-sifat kenabian ini ada dalam diri kita? Ataukah lisan kita masih sering berdusta? Apakah tanggung jawab kita masih sering terabaikan? Apakah kita masih diam seribu bahasa melihat kemungkaran? Dan apakah kecerdasan kita hanya digunakan untuk mengejar dunia yang fana ini?
Mari kita bertaubat kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Meneladani Rasulullah adalah jalan satu-satunya untuk meraih cinta Allah. Jangan biarkan sisa umur kita habis dalam kesia-siaan tanpa jejak akhlak yang mulia. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan lahir dan batin untuk senantiasa istiqamah meneladani sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah dalam setiap detik kehidupan kita.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ