Logo Kangsantri AI

Teladan Sifat Wajib Rasul

Khutbah Jumat
M
Muhammad edi iswanto
2 Juli 2026 4 menit baca 14 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, puji hanya milik Allah semata. Dialah Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Di hadapan keagungan-Nya, kita menundukkan kepala, mengharap ampunan, dan memohon pertolongan. Di hari Jumat yang penuh berkah ini, kita berkumpul sebagai hamba-Nya, merenungi perjalanan hidup dan berupaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Allah Subhanallahu wa Ta'ala menciptakan kita untuk tujuan yang mulia. Namun, di tengah hiruk pikuk dunia, seringkali kita tergelincir. Kita lalai dari tugas utama kita, terbuai oleh gemerlap dunia yang fana. Justru di saat-saat kehambaan inilah, kita perlu menoleh kepada sosok teladan sejati, insan pilihan yang Allah utus untuk membimbing kita ke jalan yang lurus. Dialah junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, seorang Rasul yang memiliki sifat-sifat mulia dan wajib kita teladani.

Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, surat Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

Ayat ini begitu gamblang memerintahkan kita untuk meneladani Rasulullah. Bukan hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam akhlak, muamalah, dan setiap aspek kehidupan. Sifat wajib bagi Rasul adalah batu penjuru keimanan kita terhadap kenabiannya. Sifat-sifat ini, seperti Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan wahyu), dan Fathanah (cerdas), bukan sekadar gelar, melainkan cerminan dari kesempurnaan penciptaan beliau.

Bayangkan, Ma'asyiral Muslimin, betapa mulianya sikap jujur seorang Rasul. Dalam setiap perkataan dan perbuatannya, tidak terbersit sedikitpun kebohongan. Beliau pernah berkata:

"Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa ke surga." (HR. Bukhari Muslim)

Kejujuran beliau bukan hanya pada perkataan, tetapi juga pada tindakan. Beliau adalah orang yang paling dapat dipercaya di Makkah, bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi. Gelar "Al-Amin" (yang terpercaya) telah melekat erat pada dirinya. Pernahkah kita merenungkan, seberapa besar kejujuran kita dalam kehidupan sehari-hari? Seberapa sering kita berbohong, entah itu dusta kecil yang dianggap remeh, atau kebohongan besar yang menjerumuskan?

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sifat Fathanah atau cerdas adalah karunia Allah yang dianugerahkan kepada para Rasul agar mereka mampu menyampaikan risalah-Nya dengan cara yang bijak dan dapat diterima oleh akal manusia. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menggunakan kecerdasan luar biasa dalam berdakwah, menyatukan kaum yang terpecah belah, dan mendidik umatnya. Beliau mampu berdialog dengan berbagai kalangan, memahami perbedaan budaya, dan memberikan solusi yang tepat sasaran.

Ketika kita melihat para sahabat yang dididik langsung oleh beliau, kita menyaksikan bagaimana kecerdasan para sahabat ini berkembang pesat. Mereka menjadi pemimpin dunia, ilmuwan, dan da'i yang handal. Apakah kita sudah menggunakan anugerah kecerdasan yang diberikan Allah kepada kita untuk kebaikan? Ataukah kita hanya menggunakannya untuk urusan duniawi semata, melupakan kewajiban kita sebagai khalifah di muka bumi?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membuktikan sifat Tabligh, yaitu menyampaikan risalah Allah tanpa ragu, sedikitpun tidak menyembunyikan kebenaran, meskipun menghadapi tantangan yang luar biasa. Beliau tidak pernah gentar dalam menyampaikan wahyu, bahkan ketika ancaman dan siksaan menimpa dirinya dan para sahabatnya. Beliau bersabda:

"Penyampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari)

Ini adalah amanah besar bagi kita sebagai umatnya. Sudahkah kita menyampaikan kebenaran yang kita miliki kepada orang lain? Bukankah sesama Muslim adalah bersaudara, yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran?

Ma'asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,

Meneladani sifat wajib Rasul bukanlah perkara mudah. Ia membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan kemauan yang kuat untuk membersihkan diri dari sifat tercela. Namun, janji Allah sangatlah indah. Barangsiapa yang meneladani Rasulullah, maka sesungguhnya ia sedang berjalan menuju keridhaan Allah dan surga-Nya yang abadi.

Marilah kita merenungi diri. Adakah sifat jujur yang tergores dalam hati kita? Adakah amanah yang kita jaga dengan sebaik-baiknya? Adakah ilmunya yang telah kita sampaikan kepada sesama? Adakah dakwah yang telah kita tunaikan dengan cerdas dan bijaksana? Jika jawaban kita masih jauh dari harapan, maka janganlah berputus asa. Waktu untuk bertobat masih terbuka lebar.

Mari kita kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Jadikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai kompas hidup kita. Tumbuhkan cinta kepada beliau dalam dada, agar kita senantiasa terdorong untuk mengikuti jejak langkahnya. Ya Allah, mudahkanlah kami untuk meneladani kekasih-Mu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →