Logo Kangsantri AI

Cinta Nabi, Ingat Akhir Zaman

Khutbah Jumat
G
Galank Officiall
14 Agustus 2026 3 menit baca 23 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala limpahan nikmat, iman, dan Islam. Shalawat serta salam semoga selamanya tercurah limpahkan kepada sang pembawa lentera hidayah, Sayyiduna Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di hari yang mulia ini, mari kita perbaharui ketakwaan kita. Takwa yang bukan sekadar di lisan, melainkan takwa yang menghunjam ke dalam sanubari, yang membimbing setiap langkah kaki kita menuju keridaan-Nya.

Hari ini, kita kembali berada di ambang bulan Rabiul Awwal, bulan yang sakral karena di dalamnya lahir manusia paling mulia yang pernah menginjakkan kaki di bumi. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial belaka, bukan pula ritual tahunan tanpa makna. Maulid adalah momentum untuk mengukur sejauh mana denyut jantung kita seirama dengan perjuangan Rasulullah, dan sejauh mana langkah kaki kita mengikuti jejak suci beliau di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian renta ini.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Kita hidup di sebuah masa yang sering digambarkan oleh para ulama sebagai senja bagi dunia. Akhir zaman bukan lagi sebuah dongeng masa depan, melainkan realitas yang kita saksikan di depan mata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda mengenai tantangan berat yang akan dihadapi umatnya di masa depan:

فَاِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ اَيَّامًا الصَّبْرُ فِيْهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ

"Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, di mana kesabaran pada saat itu seperti menggenggam bara api."

Lihatlah ke sekeliling kita. Fitnah datang silih berganti bak potongan malam yang gelap gulita. Nilai-nilai kebenaran kian kabur, kemaksiatan dipandang sebagai kemajuan, dan ketulusan seringkali dianggap sebagai kebodohan. Di tengah badai fitnah akhir zaman ini, tidak ada bahtera yang bisa menyelamatkan kita kecuali bahtera cinta dan kepatuhan kepada Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meneladani beliau bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak jika kita ingin selamat sampai ke dermaga akhirat.

Menyambut Maulid Nabi di tengah tanda-tanda akhir zaman seharusnya membangkitkan rasa khauf atau takut di dalam hati kita. Takut jika saat ajal menjemput, kita belum benar-benar mengenal siapa nabi kita. Takut jika di padang Mahsyar nanti, wajah kita tak dikenali oleh beliau karena lisan kita lebih sering mencela daripada bershalawat, dan perbuatan kita lebih sering melanggar daripada mengikuti sunnahnya.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah...

Namun, janganlah kita berputus asa. Di balik peringatan akan akhir zaman, tersimpan pula rasa raja' atau harapan yang luas. Allah mengutus Rasulullah sebagai Rahmatan lil 'Alamin. Cinta beliau kepada kita, umatnya, melampaui batas waktu dan ruang. Di saat beliau akan wafat, yang disebut bukanlah keluarganya, melainkan "ummati... ummati..." (umatku... umatku...).

Inilah saatnya kita mengetuk pintu tobat. Marilah kita jadikan momentum Maulid ini sebagai titik balik. Mari kita hidupkan kembali sunnah-sunnah beliau di dalam rumah tangga kita, di tempat kerja kita, dan di dalam pergaulan kita. Jadikanlah kejujuran beliau, kesabaran beliau, dan keluhuran budi pekerti beliau sebagai pakaian sehari-hari kita. Jangan biarkan diri kita terseret oleh arus zaman yang menjauhkan kita dari Allah. Ingatlah, bahwa dunia ini hanya sementara, dan setiap yang datang pasti akan pergi.

Sebagai penutup renungan ini, mari kita camkan bahwa keselamatan kita di akhir zaman sangat bergantung pada seberapa erat kita berpegang pada tali Allah dan ajaran Rasul-Nya. Mari kita perbanyak istighfar, memohon ampun atas segala kelalaian kita, dan memohon agar Allah senantiasa meneguhkan iman kita hingga akhir hayat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengumpulkan kita semua di bawah panji kepemimpinan Baginda Rasulullah di surga-Nya kelak.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلىَ رِضْوَانِهِ.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →